-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menteri PU Optimistis Rehabilitasi Pascabencana di Tapanuli Tengah Tuntas Oktober 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | Mei 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-24T13:41:46Z
Menteri PU Dody Hanggodo optimistis pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka dapat rampung pada Oktober 2026.


Tapanuli Tengah, MP----- Pemerintah terus mempercepat langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera Utara. Salah satu fokus utama penanganan berada di kawasan Sungai Aek Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, melalui pembangunan sabo dam yang ditinjau langsung Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo pada Sabtu (23/5/2026).

BBWS Sumatera II Medan terus mempercepat pekerjaan pengendalian banjir dan sedimentasi di kawasan rawan bencana Tapanuli Tengah.


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek pengendalian banjir dan sedimen berjalan sesuai target, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini hidup di bawah ancaman banjir bandang dan longsoran material dari kawasan hulu sungai.

Penanganan pascabencana di Sungai Aek Tukka dilakukan melalui pembangunan sabo dam, retaining wall, jalan inspeksi, dan normalisasi sungai.


Dalam keterangannya, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan sabo dam merupakan bagian penting dari strategi mitigasi bencana terpadu yang dirancang pemerintah untuk melindungi kawasan permukiman dan infrastruktur masyarakat di sekitar aliran Sungai Aek Tukka.


“Pembangunan sabo dam ini menjadi langkah strategis untuk menahan sedimen, batu, kayu, dan material tanah dari kawasan hulu agar tidak terbawa ke permukiman saat terjadi hujan deras. Pemerintah ingin memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan yang lebih baik dari ancaman banjir dan longsor,” ujar Menteri Dody.


Ia menambahkan, pemerintah optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Oktober 2026 meskipun di lapangan masih dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem serta proses penyelesaian lahan di beberapa titik pekerjaan.


“Kami terus mendorong percepatan bersama seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, daerah, maupun pihak terkait lainnya. Yang terpenting, manfaat pembangunan ini bisa segera dirasakan masyarakat,” tegasnya.


Pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan sebagai bagian dari paket penanganan pengendalian banjir dan sedimen di kawasan rawan bencana Tapanuli Tengah.


Hingga memasuki minggu ke-11 pelaksanaan, progres pekerjaan tercatat mencapai 7,1 persen atau melampaui target rencana sebesar 3,8 persen. Capaian tersebut dinilai menunjukkan akselerasi positif di tengah dinamika medan dan faktor cuaca yang cukup menantang.


Selain pembangunan sabo dam, pekerjaan juga mencakup pembangunan retaining wall, jalan inspeksi, normalisasi sungai, serta penguatan sistem pengendalian banjir dan sedimentasi. Seluruh rangkaian pekerjaan dirancang untuk memperkuat ketahanan kawasan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi.


Keberadaan sabo dam sendiri dinilai sangat vital di wilayah dengan kontur perbukitan dan aliran sungai berkarakter deras seperti di Tapanuli Tengah. Infrastruktur tersebut berfungsi menahan material bawaan dari hulu sebelum mencapai kawasan hilir yang padat permukiman.


Langkah percepatan rehabilitasi yang dilakukan pemerintah pusat itu mendapat perhatian luas karena menyangkut keselamatan warga serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan terdampak bencana. Dengan progres yang melampaui target awal, pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem mitigasi bencana jangka panjang di Sumatera Utara.

(bakom.ri)

×
Berita Terbaru Update