-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pertemuan Tak Terduga di Cucian Mobil, Obrolan Sarat Ilmu dan Pengalaman Dua Tokoh Senior

Minggu, 24 Mei 2026 | Mei 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-24T04:45:12Z
Suasana akrab dan penuh canda tawa mewarnai pertemuan sederhana tiga tokoh lintas profesi di Uje BP.


Padang, MP----- Suasana sederhana di kawasan cucian mobil Uje BP, Minggu (24/5/2026), mendadak terasa hangat dan penuh makna ketika Pemimpin Redaksi media momenpembaruan.com, Darmen Rajo Alam, bertemu secara tidak terduga dengan dua sosok senior yang telah lama dikenal di bidangnya masing-masing, Jon Parlis dari kalangan akademisi dan Fat Yuddin dari kalangan birokrat.


Di tengah aktivitas cucian mobil yang ramai, suara semprotan air, mesin pengering, dan para pekerja yang sibuk membersihkan kendaraan justru menjadi latar unik bagi pertemuan penuh makna tersebut. Ketiganya tampak santai duduk sembari menunggu mobil selesai dicuci, dikeringkan, dan dibersihkan.


Meski suasana berlangsung sederhana, perbincangan yang mengalir terasa hidup dan sarat nilai. Sesekali terdengar canda tawa ringan yang membuat suasana semakin akrab. Di sela proses pencucian mobil yang berlangsung, obrolan ketiganya berpindah dari pengalaman hidup, dunia pendidikan, birokrasi, hingga persoalan sosial kemasyarakatan.


Meski keduanya telah purna tugas dari aktivitas formal yang selama puluhan tahun mereka jalani, semangat dan energi Jon Parlis maupun Fat Yuddin masih tampak kuat. Secara fisik keduanya terlihat tetap segar dan bugar, mencerminkan pribadi yang masih aktif menjalani kehidupan pasca pengabdian.


Darmen Rajo Alam mengaku suasana diskusi bersama Jon Parlis seolah membawanya kembali ke masa ketika sosok tersebut masih aktif sebagai dosen di lingkungan Kampus Universitas Andalas. Karakter akademisi yang kuat masih begitu terasa dalam setiap penyampaian Jon Parlis.


Cara berbicara yang sistematis, penuh analisa, dan sarat pengalaman menjadikan obrolan santai di lokasi cucian mobil itu berubah menjadi ruang berbagi ilmu dan refleksi kehidupan.


Dalam perbincangan tersebut, Jon Parlis mengungkapkan bahwa setelah pensiun dari dunia pendidikan, dirinya kini lebih banyak berkegiatan sebagai mediator dalam berbagai persoalan sengketa di tengah masyarakat.


Menurutnya, menjadi mediator bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian sosial yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi.


“Jadi seorang mediator, niat utama kita itu adalah mendamaikan dua belah pihak yang sedang bersengketa. Kita carikan solusi yang dapat diterima kedua belah pihak, dan bagi saya tercapainya sebuah perdamaian di antara yang bersengketa menjadi tujuan utama hidup yang membawa keberkahan,” ujar Jon Parlis.


Sementara itu, Fat Yuddin yang lama berkecimpung di dunia birokrasi juga turut membagikan berbagai pengalaman tentang dinamika pelayanan publik, kepemimpinan, hingga pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat.


Perbincangan yang berlangsung santai itu terasa semakin berkesan ketika mobil yang ditunggu akhirnya selesai dicuci dan dibersihkan. Namun obrolan penuh pengalaman dan kebijaksanaan tersebut seakan belum ingin berakhir.


Bagi Darmen Rajo Alam, pertemuan tersebut menjadi momen berharga. Di tengah rutinitas dan dinamika kehidupan modern, masih ada ruang bagi generasi muda untuk menyerap nilai, kebijaksanaan, serta pengalaman hidup dari para senior yang telah melewati berbagai fase pengabdian.


Pertemuan sederhana di sebuah cucian mobil itu pun menjadi pengingat bahwa ilmu, pengalaman, dan semangat pengabdian sejatinya tidak pernah memasuki masa pensiun.

(Red/mp)

×
Berita Terbaru Update