![]() |
| Brigjen Pol. Langgeng Purnomo membuka Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026 di Jakarta. |
Jakarta, MP----- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus memantapkan reformasi internal dengan menggelar kegiatan Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Agenda ini menjadi langkah strategis memperkuat sistem meritokrasi dalam pembinaan karier personel menuju SDM Polri yang unggul dan profesional.
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol. Langgeng Purnomo, mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As SDM Kapolri yang dibacakannya, ditegaskan bahwa transformasi Polri menuju institusi modern dan akuntabel harus ditopang tata kelola SDM yang transparan dan berbasis kompetensi.
“Penguatan sistem meritokrasi melalui Assessment Center yang menggunakan multi-tools dan multi-assessor menjadi kunci pembinaan karier anggota Polri. Dengan sistem ini, kita memastikan terpilihnya personel yang berintegritas dan berkompeten di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” ujar Langgeng.
Assessment Center disebut sebagai instrumen vital dalam menyiapkan calon-calon pemimpin Polri di berbagai level jabatan. Melalui metode penilaian yang saintifik, terukur, dan objektif, setiap personel diuji kompetensi manajerialnya guna memastikan prinsip right man on the right place benar-benar diterapkan. Sistem ini sekaligus menepis stigma subjektivitas dalam promosi jabatan.
Menurut Langgeng, konsolidasi ini menjadi forum evaluasi sekaligus penyempurnaan sistem agar semakin adaptif terhadap dinamika organisasi. “Visi besar kami adalah melahirkan SDM unggul, tidak hanya untuk internal Polri, tetapi juga berkontribusi bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia guna memperkaya perspektif standar penilaian berbasis praktik terbaik nasional. Hadir pula para Karo SDM Polda jajaran, Kabagpenkompeten, serta seluruh asesor Polri baik secara langsung maupun daring.
Sejak dirintis pada 2009, Assessment Center Polri menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 2025, jumlah asesor tercatat mencapai 1.763 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Lembaga ini juga meraih Akreditasi “A” dari Badan Kepegawaian Negara, sertifikasi ISO 9001:2015, serta sejumlah penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atas capaian pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam kurun 15 tahun.
Kepercayaan eksternal terhadap Assessment Center Polri pun meningkat pesat. Jika pada 2021 hanya 18 instansi yang menjadi mitra, pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi dari luar Polri.
Sebagai bentuk apresiasi, dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada sejumlah Polda berprestasi yang konsisten menjaga kualitas penilaian, baik untuk kebutuhan internal maupun layanan eksternal.
“Assessment Center Polri berkomitmen terus menyempurnakan sistem, memperkuat metodologi, dan menjaga integritas setiap proses asesmen demi melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul dan profesional,” tutup Langgeng.
(Jkt)
