![]() |
| Suasana haru mewarnai prosesi penciuman Bendera Merah Putih oleh lima mantan anggota OPM sebagai bentuk kesetiaan kepada NKRI. |
Puncak Jaya, MP----- Lima mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap XXVIII/Yambi-Mewoluk secara resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Alun-alun Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, Kamis (25/6/2026).
Kelima mantan anggota tersebut masing-masing berinisial BT (27), GW (23), BW (25), TK (25), dan YW (22), yang seluruhnya merupakan pemuda asal Suku Dani. Mereka menyatakan komitmen untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat Indonesia melalui pembacaan ikrar kesetiaan yang dipandu langsung oleh Bupati Puncak Jaya.
Prosesi berlangsung khidmat dan disaksikan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Setelah membacakan ikrar, kelima mantan anggota OPM menandatangani naskah pernyataan sebagai bentuk komitmen terhadap NKRI.
Suasana haru mewarnai rangkaian acara ketika mereka mencium Bendera Merah Putih sebagai simbol tekad meninggalkan konflik dan kembali mengabdi kepada bangsa. Sebagai bagian dari prosesi, mereka juga menerima baju batik dan Kartu Ikrar NKRI.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan menilai peristiwa tersebut menjadi langkah positif dalam memperkuat stabilitas keamanan dan membangun rekonsiliasi di wilayah Puncak Jaya. Keberhasilan ini disebut sebagai hasil dari pendekatan persuasif yang dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi sosial, pembinaan teritorial, serta pelibatan tokoh adat, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat.
Pendekatan yang mengedepankan dialog, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat dinilai mampu membuka ruang kepercayaan sehingga mantan anggota kelompok bersenjata memilih kembali ke pangkuan NKRI secara sukarela.
Pemerintah daerah berharap momentum tersebut dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk mengedepankan perdamaian, memperkuat persatuan, serta bersama-sama membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
(puspen/red)
