![]() |
| Program revitalisasi Kemendikdasmen RI ditargetkan rampung sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. |
Pariaman, MP----- Program revitalisasi satuan pendidikan di SDN 13 Lohong Pariaman terus dipacu agar selesai lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Pengerjaan rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi guru, pergantian atap, lantai, hingga pembangunan toilet ditargetkan tuntas pada Juli 2026 atau jauh sebelum masa pelaksanaan berakhir pada September mendatang.
![]() |
| Kepala SDN 13 Lohong Pariaman, Zainal, S.Pd., bersama bagian logistik Hendri Yanto meninjau langsung progres revitalisasi satuan pendidikan yang telah mencapai lebih dari 50 persen. |
Pantauan di lapangan, Kamis (18/6/2026), aktivitas pembangunan berlangsung intensif dengan progres pekerjaan yang telah melampaui 50 persen. Program ini merupakan bagian dari Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Kepala SDN 13 Lohong Pariaman sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Zainal, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai penerima program tersebut.
Menurutnya, revitalisasi ini akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan mutu lingkungan belajar mengajar sehingga menjadi lebih nyaman, aman, dan representatif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kemendikdasmen RI yang telah memberikan program revitalisasi satuan pendidikan di SDN 13 Lohong Pariaman. Tentu melalui program ini kualitas infrastruktur sekolah semakin meningkat dan menjadi lebih representatif untuk menunjang proses belajar mengajar," ujar Zainal.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada masyarakat sekitar yang ikut berpartisipasi dan memberikan dukungan selama proses pekerjaan berlangsung.
"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah mendukung dan berpartisipasi selama pelaksanaan pekerjaan. Dukungan masyarakat menjadi energi positif agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target," tambahnya.
Di sisi teknis, bagian logistik kegiatan, Hendri Yanto, menjelaskan bahwa sejumlah pekerjaan dengan bobot terbesar telah memasuki tahap akhir.
"Sebab pekerjaan yang agak besar bobotnya tinggal pemasangan lantai keramik. Insyaallah kalau tidak ada halangan, tukang masuk hari Senin dan dalam minggu depan pekerjaan sudah selesai," katanya kepada wartawan di lokasi kegiatan.
Hendri menegaskan dirinya telah menetapkan target percepatan pekerjaan kepada para pekerja konstruksi.
"Saya targetkan kepada tukang paling lama satu bulan lagi seluruh item pekerjaan sudah siap," ujarnya.
Adapun pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembangunan toilet/WC, rehabilitasi atap, penggantian kusen pintu dan jendela, serta pergantian lantai pada enam ruangan yang terdiri dari lima ruang kelas dan satu ruang kantor.
"Bangunan yang direhabilitasi ada lima ruang kelas ditambah satu ruang kantor. Seluruh kusen juga diganti menggunakan bahan aluminium, yang sebelumnya berbahan kayu," jelas Hendri.
Meskipun masa pelaksanaan proyek secara administrasi berlangsung hingga September 2026, pihak sekolah berkomitmen menyelesaikannya lebih cepat agar tidak mengganggu aktivitas belajar pada tahun ajaran baru.
"Kalau saya menargetkan satu bulan lagi, saat masuk ajaran baru sudah tidak ada lagi pekerjaan yang berlangsung di sekolah," katanya optimistis.
Sementara itu, pengawas kegiatan, Jovan, memastikan pengendalian mutu terus dilakukan secara intensif agar hasil revitalisasi sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Ia mengaku rutin turun ke lapangan untuk mengawasi setiap tahapan pekerjaan, mulai dari penggunaan material hingga perkembangan progres harian.
"Kami terus melakukan pengawasan secara intensif dan berkala agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat mutu, tepat waktu, dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah," tutur Jovan.
Program revitalisasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih modern dan layak, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak jenjang pendidikan dasar.
(Rajo.A/MP)

