-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pemprov Sumbar dan Unand Percepat Hilirisasi Riset untuk Pembangunan Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 | Juli 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T01:56:50Z
Gubernur Mahyeldi menegaskan pentingnya kolaborasi riset dan inovasi guna meningkatkan daya saing serta kesejahteraan masyarakat Sumbar.


Padang, MP----- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat kemitraan strategis dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas guna mempercepat penerapan hasil riset sebagai solusi nyata bagi pembangunan daerah.


Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama jajaran pimpinan FMIPA Universitas Andalas di Istana Gubernuran, Kamis (30/7/2026). Pertemuan itu menitikberatkan pada percepatan hilirisasi inovasi kampus agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan dapat diimplementasikan untuk menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.


Gubernur Mahyeldi menegaskan, pemerintah daerah membutuhkan dukungan riset yang aplikatif untuk memperkuat kebijakan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing daerah.


"Pemprov Sumbar siap membangun sinergi agar berbagai inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat diterapkan secara luas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Mahyeldi.


Sejumlah inovasi unggulan FMIPA Unand dipaparkan dalam pertemuan tersebut. Salah satunya teknologi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) yang dinilai mampu menjadi solusi pengelolaan sampah organik sekaligus menghasilkan pakan alternatif bernilai ekonomi bagi sektor peternakan dan perikanan.


Selain itu, diperkenalkan pula BioVORA, bioaktivator berbasis mikroba lokal yang berfungsi mempercepat proses pengomposan limbah organik dan meningkatkan kualitas pupuk organik. Inovasi tersebut dinilai sejalan dengan upaya mendorong pertanian berkelanjutan di Sumatera Barat.


FMIPA Universitas Andalas juga menawarkan pengembangan teknologi kultur jaringan tanaman untuk menghasilkan bibit unggul dan menjaga plasma nutfah, serta pengembangan budidaya lebah galo-galo beserta produk turunannya yang memiliki potensi ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.


Tak hanya di bidang riset, Universitas Andalas menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) agar lebih profesional, adaptif, dan inovatif.


Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Dr. Mai Efdi, mengatakan pihaknya berkomitmen mempercepat hilirisasi hasil penelitian melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga inovasi kampus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sumbar, Febrina Tri Susila Putri, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil audiensi melalui penyusunan program kolaboratif yang berorientasi pada implementasi teknologi sesuai kebutuhan pembangunan daerah.


Kesepakatan awal yang dicapai dalam audiensi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset sebagai dasar kebijakan publik, pengelolaan lingkungan, penguatan sektor pertanian, hingga peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya Sumatera Barat yang lebih unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

(Sb/red)

×
Berita Terbaru Update