![]() |
| Bupati Solok Jon Firman Pandu memimpin rapat evaluasi penanganan banjir bandang bersama jajaran BNPB di PoskoUtama Penanggulangan Bencana. |
Arosuka, MP----- Pemerintah Kabupaten Solok memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menangani dampak banjir bandang yang melanda wilayah Arosuka. Evaluasi penanganan bencana dilakukan bersama Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., di Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok, Rabu malam (23/9).
Rapat dipimpin Bupati Solok Jon Firman Pandu didampingi Wakil Bupati H. Candra. Pertemuan turut dihadiri Bupati Pariaman John Kenedy Azis, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Pj. Sekda Masheri Yanda Boy, Basarnas Tipe A Padang, anggota DPRD, jajaran BNPB, Forkopimda serta organisasi perangkat daerah terkait.
Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus konsolidasi untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan cepat dan terkoordinasi. Sejumlah agenda dibahas, mulai dari evakuasi dan keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, penanganan fasilitas yang rusak hingga persiapan pemulihan pascabencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok, Khairul, melaporkan bahwa bencana tersebut telah berdampak terhadap masyarakat dan sejumlah fasilitas. Data yang disampaikan mencatat satu orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian, sementara empat warga mengalami luka-luka.
Sebanyak 474 warga terpaksa mengungsi akibat kondisi di wilayah terdampak. Kerusakan juga tercatat pada rumah warga, yakni 52 unit rusak ringan, 16 rusak sedang dan 19 rusak berat. Selain itu, satu rumah ibadah mengalami kerusakan ringan dan 10 kantor dinas turut terdampak.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Menurutnya, dukungan dan koordinasi dengan pemerintah pusat dibutuhkan agar kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera direspons.
“Kita terus berupaya memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama. Melalui koordinasi bersama BNPB, kita berharap penanganan bencana di Kabupaten Solok dapat berjalan cepat, terpadu dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat terdampak,” ujar Jon Firman Pandu.
Sementara itu, Sestama BNPB Dr. Rustian menyatakan pemerintah pusat akan berupaya mendukung kebutuhan penanggulangan bencana yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Solok.
“BNPB Pusat akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan Pemerintah Kabupaten Solok dalam penanggulangan bencana banjir bandang, khususnya di Arosuka. Mari kita mulai bergerak untuk ke depannya agar lebih baik,” katanya.
Koordinasi pusat dan daerah dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan penanganan bencana berjalan terpadu. Selain respons pada masa darurat, pemerintah juga perlu memastikan proses pemulihan sarana dan prasarana serta kondisi sosial masyarakat terdampak dapat dilakukan secara bertahap.
Pemkab Solok bersama seluruh unsur penanggulangan bencana selanjutnya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah juga memastikan koordinasi dengan BNPB, Basarnas, Forkopimda dan instansi terkait tetap berjalan untuk mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat.
Bencana tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana berikutnya, dengan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas dalam setiap langkah penanganan.
(BUYA)
