![]() |
| Kapolri bersama Wakapolri mendorong terwujudnya Polri yang humanis, terbuka, dan melayani masyarakat. |
Jakarta, MP----- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meresmikan logo dan Posko Polisi Bersama Masyarakat pada Senin (12/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pelayanan publik, meningkatkan komunikasi dengan warga, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Peresmian tersebut tidak hanya menjadi penanda simbolis semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat, tetapi juga menghadirkan sarana koordinasi, pemantauan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas Kapolri.
Melalui keberadaan posko tersebut, Polri mendorong agar pelaksanaan berbagai program berjalan lebih terarah, responsif, dan akuntabel. Posko ini juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi sekaligus mendorong keterbukaan terhadap aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa logo dan posko tersebut harus dipahami sebagai wujud komitmen bersama untuk semakin mendekatkan kepolisian dengan masyarakat.
“Logo Polisi Bersama Masyarakat dan peresmian posko ini harus dimaknai sebagai komitmen bersama untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Kepercayaan publik dibangun melalui komunikasi yang terbuka, pelayanan yang responsif, serta kehadiran anggota Polri yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Johnny, Senin (12/10/2026).
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kepolisian tidak cukup hanya dengan kehadiran personel di tengah masyarakat. Lebih dari itu, diperlukan kesediaan untuk mendengarkan aspirasi, merespons persoalan secara tepat, serta menghadirkan solusi yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat juga menjadi dorongan bagi Polri untuk terus membangun pola pelayanan yang terbuka dan kolaboratif. Keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam mendukung pelaksanaan program sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik.
Dengan hadirnya logo dan Posko Polisi Bersama Masyarakat, Polri menegaskan pentingnya komunikasi dua arah, koordinasi yang berkelanjutan, serta evaluasi yang terukur dalam meningkatkan kinerja institusi.
Pada akhirnya, kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui slogan atau simbol, melainkan melalui konsistensi tindakan, profesionalisme personel, dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Hm/MP)
