![]() |
| Prosesi pemakaman Rosmaniar di pemakaman keluarga Nagari Simarasok. |
Baso, MP----- Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kabar duka menyelimuti keluarga besar Syamsul dan masyarakat Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Rosmaniar, 70 tahun, berpulang ke rahmatullah pada Minggu sore, 4 Oktober 2026, di Kota Solok.
Almarhumah merupakan istri dari Syamsul, yang dalam hubungan keluarga juga dikenal sebagai mamak atau paman dari Darmen Rajo Alam, Pemimpin Redaksi Media Momen Pembaruan. Kepergian Rosmaniar meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta orang-orang yang selama ini mengenal sosoknya.
Pada Selasa malam, 4 Oktober 2026, jenazah almarhumah dibawa ke kampung halaman keluarga di Nagari Simarasok untuk dimakamkan. Sejak Senin pagi (5/10/2026), rumah duka dipenuhi warga, sanak saudara, handai taulan, dan para pelayat yang datang menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir.
Suasana duka terasa khidmat. Di tengah kesedihan, keluarga berusaha mengikhlaskan kepergian almarhumah dengan iringan doa agar segala amal ibadahnya diterima Allah SWT dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rangkaian fardu kifayah dimulai. Jenazah dimandikan dan kemudian dikafani. Setelah seluruh prosesi persiapan selesai, jenazah dibawa menuju masjid untuk disalatkan bersama oleh keluarga dan masyarakat.
Usai salat jenazah, ambulans membawa almarhumah menuju tempat peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga di Nagari Simarasok. Perjalanan terakhir itu menjadi momentum penuh haru bagi keluarga yang mengiringi, sekaligus bentuk penghormatan terakhir masyarakat kepada almarhumah.
Kenangan yang Ditinggalkan
Bagi keluarga, kepergian Rosmaniar bukan sekadar kehilangan seorang anggota keluarga. Sosoknya meninggalkan kenangan dan hubungan kekeluargaan yang akan terus dikenang oleh orang-orang terdekat.
Etek Nomi, adik ipar almarhumah dari pihak Syamsul, mengenang Rosmaniar sebagai bagian penting dalam perjalanan keluarga. Menurutnya, kepergian almarhumah meninggalkan kesedihan, tetapi keluarga berusaha menerimanya sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT.
“Kepergian beliau tentu meninggalkan kesedihan bagi kami sekeluarga. Namun, kita harus ikhlas menerima ketentuan Allah. Semoga almarhumah mendapat tempat yang baik di sisi Allah SWT dan segala amal ibadahnya diterima,” tutur Etek Nomi dalam suasana duka.
Ia juga menyampaikan pesan kepada keluarga agar tetap menjaga silaturahmi dan kekompakan setelah kepergian almarhumah.
“Yang ditinggalkan adalah kenangan dan tali silaturahmi. Mudah-mudahan keluarga tetap kompak, saling menguatkan dan tidak memutus hubungan persaudaraan,” ujarnya.
Hal senada terasa dari Yasril dan Polo, keponakan almarhumah, yang turut mendampingi keluarga dalam prosesi pemakaman. Bagi keduanya, momen tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
Kepergian Rosmaniar menjadi duka bagi keluarga, tetapi sekaligus mengingatkan seluruh kerabat yang hadir bahwa kematian merupakan bagian dari perjalanan kehidupan. Dari rumah duka hingga pemakaman keluarga di Simarasok, doa dan penghormatan mengiringi langkah terakhir almarhumah.
Kini, Rosmaniar telah beristirahat di tanah kelahirannya. Yang tersisa bagi keluarga adalah kenangan, doa, serta amanah untuk terus menjaga persaudaraan dan silaturahmi.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Semoga almarhumah Rosmaniar mendapat ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.
(Red)
