-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Setelah SAR Ditutup, Kementerian PU Tetap Siaga Alat Berat dan Fasilitas Pengungsi

Jumat, 28 November 2025 | November 28, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-28T00:28:05Z

Banjarnegara, MP----- Operasi pencarian korban longsor di Desa Pagerpelah resmi ditutup, namun perhatian pemerintah belum berhenti. Kementerian Pekerjaan Umum tetap mempertahankan dukungan penuh terhadap kebutuhan dasar ribuan warga terdampak yang masih berada di sejumlah titik pengungsian.


Penutupan operasi SAR oleh tim gabungan dilakukan setelah upaya pencarian maksimal selama beberapa hari tidak lagi memungkinkan dilakukan secara aman. Meski demikian, situasi di lapangan menunjukkan bahwa beban warga belum selesai. Ancaman longsor susulan, kebutuhan sanitasi, serta kesiapan hunian sementara menjadi fokus yang kini bergerak ke fase pemulihan.


Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah tetap menyiagakan 2 unit excavator untuk penanganan akses darurat, pembersihan material, hingga antisipasi bila terjadi pergerakan tanah baru. Tidak hanya itu, fasilitas pelayanan dasar untuk pengungsi terus dipasok, meliputi 15 unit toilet portabel, 16 unit hidran umum (HU) yang tersebar di posko-posko pengungsian, serta dukungan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang dipantau harian sesuai kondisi lapangan.


“Kementerian PU memastikan dukungan terhadap para pengungsi tetap berjalan meski operasi SAR telah ditutup. Layanan sanitasi, hidran umum, dan sarana lain akan tetap kami siagakan selama masih dibutuhkan,” ujar Menteri PU, Dody Hanggodo.


Meski bantuan teknis mengalir, sejumlah sukarelawan melaporkan masih adanya tantangan di lapangan: akses menuju posko yang belum sepenuhnya stabil, ketersediaan air bersih yang fluktuatif, serta kebutuhan logistik yang berbeda antara satu titik pengungsian dan lainnya. Situasi ini menuntut koordinasi lintas instansi untuk memastikan tidak ada kelompok warga yang luput dari distribusi bantuan.


Di balik penutupan operasi SAR, pekerjaan besar justru baru dimulai. Pemulihan Banjarnegara memerlukan langkah yang lebih terukur mulai dari penataan kembali kawasan rawan, evaluasi menyeluruh atas sistem peringatan dini, hingga penguatan infrastruktur permukiman yang selama ini rentan pada musim hujan ekstrem. 


Dukungan Kementerian PU menjadi salah satu kunci, namun keberlanjutan kebijakan dan konsistensi di lapangan akan menentukan cepat atau lambatnya Banjarnegara bangkit. Masyarakat kini menunggu, bukan hanya kepastian bantuan, tetapi juga jaminan bahwa tragedi serupa tidak kembali terulang.

(bakom.ri/red-mp)

×
Berita Terbaru Update