-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Proyek Penataan Permukiman Kumuh Pasia Nan Tigo Disorot, Kontraktor Klaim Lakukan Percepatan

Senin, 15 Desember 2025 | Desember 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-15T07:10:19Z
U-ditch beton drainase telah tersusun dilokasi Pasie Nan Tigo 

Padang, MP----- Proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Pasia Nan Tigo, Kota Padang, yang dilaksanakan oleh CV Riau Andalan Utama, menjadi sorotan publik. Keraguan muncul terkait potensi keterlambatan penyelesaian pekerjaan sesuai jadwal kontrak, serta temuan pemasangan udit beton saluran yang terpantau dalam kondisi sompeng atau pecah.

Salah satu rumah bedah yang telah selesai dikerjakan di Pasie Nan Tigo 

Proyek dengan nomor SPMK 012/SPMK/KP-PNT/RB 3.1.3/X-2025 tersebut saat ini masih berjalan. Dari pantauan di lapangan, pekerjaan drainase di sepanjang Jalan Pasia Nan Tigo terus berlangsung. Udit beton saluran tampak telah terpasang di sejumlah titik, meski sebagian kondisinya menuai pertanyaan masyarakat.


Rian Saleleu, yang mengaku sebagai petugas dokumentasi lapangan dari CV Riau Andalan Utama, menyebutkan bahwa pekerjaannya terbatas pada pendokumentasian progres proyek. Ia menjelaskan bahwa pelaksana lapangan sehari-hari adalah Yunas dan Ucok. “Pak Yunas saat ini sedang mengajar karena juga dosen, sementara Pak Ucok berada di lokasi pekerjaan,” ujarnya.


Menurut Rian, proyek mencakup beberapa lokasi pekerjaan, mulai dari pembangunan drainase hingga bedah rumah di sekitar kantor Diresiket. Untuk drainase di Jalan Pasia Nan Tigo, panjang pekerjaan mencapai sekitar 1.100 meter dengan udit beton berukuran 80 x 80 sentimeter. Sementara di lokasi lain digunakan udit beton 60 x 60 sentimeter.


Sementara itu, Maman, sopir sekaligus pengangkut logistik proyek, mengungkapkan bahwa sejak awal pekerjaan telah diprediksi berpotensi tidak selesai tepat waktu. “Bos sudah memperkirakan ada keterlambatan karena faktor cuaca. Tapi tetap optimistis menyelesaikan pekerjaan meski berisiko denda,” katanya.


Berbeda dengan itu, Ucok selaku pelaksana lapangan menyatakan keyakinannya bahwa proyek dapat dikejar sesuai kontrak. Ia menegaskan saat ini tengah dilakukan percepatan dengan menambah peralatan dan tenaga kerja. Sejumlah alat berat didatangkan, antara lain satu unit ekskavator PC 78, dua unit PC 60, satu unit PC 50, dump truck, mobil crane, serta mobil pikap. Jam kerja juga diperpanjang hingga malam hari dengan sistem sif, disesuaikan dengan kondisi cuaca.


“Progres saat ini berada di kisaran 45–50 persen, memang masih minus dari rencana 55 persen. Namun kami optimistis percepatan akan mendongkrak capaian,” ujar Ucok.


Terkait udit beton yang terlihat sompeng atau pecah, Ucok menyebutkan bahwa beton yang hanya sompeng di bagian ujung masih bisa diperbaiki dengan semen ulang. Namun, untuk beton yang retak atau pecah, pihaknya memastikan tidak digunakan dan dikembalikan ke pihak pemasok. Ia juga menegaskan bahwa sebelum pemasangan udit beton, seharusnya lantai kerja telah selesai dikerjakan.


Ketika ditunjukkan dokumentasi pemasangan udit beton tanpa lantai kerja, Ucok berjanji akan segera menindaklanjuti dan mengevaluasi pekerjaan di lapangan. “Kalau memang belum sesuai, bisa saja beton diangkat kembali untuk diperbaiki,” katanya.


Di sisi lain, Robi Ananda selaku Humas CV Riau Andalan Utama menegaskan komitmen perusahaan untuk bekerja sesuai mutu dan ketentuan kontrak. Menurutnya, cuaca menjadi kendala utama yang sempat menghambat pekerjaan, namun upaya percepatan kini terus dilakukan. “Kami optimistis pekerjaan bisa diselesaikan sesuai batas waktu yang diberikan,” ujarnya.


Sementara itu, Yosrizal, tokoh masyarakat setempat sekaligus Ketua RT 03 RW 14 Kelurahan Pasia Nan Tigo, menyampaikan apresiasinya terhadap pembangunan yang tengah berlangsung. Ia menilai proyek jalan, drainase, dan bedah rumah membawa manfaat besar bagi warga. “Selama ini belum pernah ada bantuan pembangunan dengan dana sebesar ini. Mudah-mudahan program seperti ini terus berlanjut untuk Pasia Nan Tigo,” tuturnya.

(Red/mp)

×
Berita Terbaru Update