![]() |
| Kondisi pilar jembatan di kawasan Bypass yang mengalami erosi setelah digerus arus deras pascahujan. |
Padang, MP----- Upaya penyelamatan infrastruktur pascabencana kembali dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Setelah banjir bandang dan arus deras membawa gelondongan kayu yang menyangkut di bawah sejumlah jembatan, tim teknis bergerak cepat memitigasi kerusakan yang berpotensi mengancam struktur jalan nasional.
Di Kota Padang, penanganan difokuskan pada jembatan di jalur strategis Jalan Bypass. Jajaran PPK 2.1 Satker PJN Wilayah 2 Provinsi Sumatera Barat, dibawah komando
Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si. mengerahkan personel lengkap beserta alat berat untuk membersihkan tumpukan kayu raksasa yang menghambat aliran air serta menggerus tanah di sekitar pilar, pada Senin 1 Desember 2025.
Petugas menurunkan satu unit ekskavator dan dump truck untuk mengangkat kayu-kayu besar yang tersangkut tepat di bawah jembatan dekat Café Uje, sekaligus memadatkan kembali tanah yang tergerus sebagai langkah pengamanan darurat. “Itu baru penanganan sementara. Dengan cuaca yang masih ekstrem, erosi bisa kembali terjadi kapan saja,” tegas Zulfikar.
Warga setempat, Fatyudin, mengapresiasi tindakan cepat BPJN Sumbar. Ia menyebut pembersihan kayu dan pemadatan tanah di sekitar pilar sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga infrastruktur vital pascabencana. “Ini langkah penting agar pilar jembatan tidak rusak diterjang arus. Respons mereka sangat cepat,” ujarnya.
Namun kekhawatiran Zulfikar terbukti. Dua minggu berselang, hujan deras pada 11 - 12 Desember kembali menggerus tanah di bawah pilar jembatan tersebut. Kondisi ini memaksa BPJN menyiapkan penanganan berikutnya yang lebih kuat.
Kepala tim perencanaan, Iwan, menyampaikan bahwa solusi darurat berupa pemasangan susunan batu beronjong telah difinalkan dan segera dilaksanakan.
“Rencana pemasangan kawat beronjong sudah disiapkan. Meski sifatnya sementara, proteksi ini jauh lebih efektif menahan aliran air dari dasar pilar,” kata Iwan, Jumat (13/12).
Ia menekankan bahwa percepatan pekerjaan sangat dibutuhkan mengingat curah hujan masih tinggi dan kondisi lapangan berubah cepat.
(Red/mp)
