-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Andre Rosiade Pastikan Huntara Korban Bencana Malalo Siap Dihuni Awal Februari

Senin, 02 Februari 2026 | Februari 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-02T10:55:44Z
Andre Rosiade bersama Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly memastikan Hunian Sementara (Huntara) layak dan nyaman bagi warga korban bencana di Nagari Guguak Malalo.

Batusangkar, MP----- Harapan baru mulai tumbuh bagi warga Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, yang terdampak banjir bandang dan longsor akhir November 2025 lalu. Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban kini hampir rampung dan dipastikan siap dihuni awal Februari 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat meninjau langsung lokasi pembangunan Huntara, Sabtu (31/1/2026), didampingi Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi, serta jajaran OPD terkait.

Andre Rosiade menegaskan, pembangunan Huntara di Sumatera Barat merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pasca bencana. Seluruh pengerjaan Huntara dilaksanakan melalui program Danantara dengan PT Nindya Karya sebagai pelaksana.

“Pembangunan Huntara ini dilakukan dengan spesifikasi yang lebih baik sesuai arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Bukan sekadar tempat tinggal sementara, tapi hunian yang layak dan manusiawi,” ujar Andre.

Di Nagari Guguak Malalo, Huntara dibangun sebanyak 28 unit yang tersebar di dua titik berdekatan, masing-masing 20 unit dan 8 unit, di kawasan intake PLTA Singkarak. Setiap unit memiliki luas 4,5 x 4,5 meter dan dilengkapi fasilitas toilet, MCK, serta area pendukung seperti taman bermain anak.

Andre menyebutkan, pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada 1 Februari 2026, bersamaan dengan pengisian furnitur. Huntara tersebut direncanakan akan diresmikan pada Senin, 2 Februari 2026.

“Selain hunian, kami juga menyiapkan bantuan sembako bagi para penghuni. Harapan kita, masyarakat bisa tinggal dengan tenang sambil menunggu pembangunan hunian tetap,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan Huntara tidak hanya dilakukan di Tanah Datar, tetapi juga berjalan serentak di Kabupaten Agam, sebagai bentuk keseriusan negara dalam menangani dampak bencana di Sumatera Barat.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah pusat melalui Andre Rosiade.

“Kunjungan ini memberi semangat bagi kami di daerah. Ini bukti bahwa penanganan darurat hingga rehabilitasi pasca bencana benar-benar dikawal sesuai amanat Presiden,” ujarnya.

Ahmad Fadly berharap keberadaan Huntara dapat membantu warga terdampak untuk kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan optimistis.

Di lokasi yang sama, Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, melaporkan bahwa pembangunan 28 unit Huntara telah berlangsung selama tujuh hari dengan progres mencapai 90 persen.

“Setelah fisik selesai, kami langsung melakukan pengisian fasilitas. Setiap unit dilengkapi kasur, kipas angin, dan lemari. Fasilitas pendukung seperti delapan toilet, dua dapur umum, serta area cuci dan jemuran juga sudah disiapkan,” jelasnya.

Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah pada 1 Februari 2026, sebagai langkah awal pemulihan kehidupan warga terdampak bencana di Malalo.

(*)

×
Berita Terbaru Update