-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten HPN 2026 Diawali dari Jejak Kesultanan Banten

Sabtu, 07 Februari 2026 | Februari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-07T01:04:24Z
Sekretaris Jenderal SMSI H. Makali Kumar, SH., MH memberikan pemaparan sejarah dan refleksi peran pers di kawasan Kesultanan Banten, Jumat (6/2/2026), dalam agenda Ekspedisi Budaya HPN 2026.

Banten, MP----- Rangkaian kegiatan Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten resmi dimulai dengan kunjungan ke kawasan bersejarah Kesultanan Banten, Jumat (6/2/2026). Kawasan yang menjadi saksi kejayaan peradaban Islam Nusantara ini menjadi titik awal perjalanan reflektif insan pers dalam menelusuri akar sejarah dan budaya Banten.

Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja menyerahkan cinderamata kepada Sekjen SMSI H. Makali Kumar, SH., MH pada rangkaian Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten HPN 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda besar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam menyemarakkan HPN 2026 di Provinsi Banten. Sejumlah rangkaian kegiatan telah disusun, mulai dari ekspedisi budaya dan sejarah, kunjungan ke situs-situs bersejarah, dialog kebudayaan, hingga peresmian monumen dan museum SMSI sebagai simbol kontribusi pers siber dalam menjaga memori kolektif bangsa.

Suasana kebersamaan Sultan Banten ke-18, jajaran pengurus SMSI, dan peserta Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten usai rangkaian kegiatan HPN 2026 di kawasan Kesultanan Banten.

Di tengah kompleks peninggalan Kesultanan Banten, Irwandi, Bendahara SMSI Provinsi Banten, menyampaikan kilas balik sejarah perjuangan kesultanan yang sarat nilai keteguhan dan perlawanan terhadap kolonialisme. Ia mengingatkan bahwa kejayaan Banten tidak lepas dari fase pahit penjajahan Belanda.

“Pada masa penjajahan Belanda, Keraton Kesultanan Banten hancur akibat bombardir yang dilakukan penjajah. Namun yang patut dicatat, sultan pada masa itu tetap tidak mau tunduk kepada Belanda. Sikap ini menjadi simbol perlawanan dan harga diri bangsa yang harus terus kita rawat dalam ingatan kolektif,” ujar Irwandi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal SMSI, H. Makali Kumar, SH., MH, menegaskan bahwa sejarah Kesultanan Banten merupakan bagian penting dari narasi besar perjuangan bangsa Indonesia. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengangkat dan merawat sejarah serta budaya sebagai bagian dari identitas nasional.

“Kesultanan Banten bukan hanya pusat kekuasaan, tetapi juga pusat peradaban, perdagangan, dan dakwah Islam yang berpengaruh besar di Nusantara. Perjuangan para sultan melawan penjajahan adalah cermin keberanian dan kemandirian bangsa. Di sinilah peran pers menjadi sangat penting, yakni mengangkat sejarah dan budaya secara utuh, jujur, dan berimbang agar generasi hari ini tidak tercerabut dari akar peradabannya,” tegas Makali.

Ia menambahkan, rangkaian agenda SMSI dalam HPN 2026 juga mencakup kunjungan ke Museum Multatuli di Kabupaten Lebak, dialog kebangsaan dan literasi media, ekspresi budaya dan sejarah Banten, serta konsolidasi organisasi SMSI dari tingkat pusat hingga daerah sebagai penguatan peran pers siber nasional.

Pada kesempatan yang sama, Sultan Banten ke-18, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, turut menyampaikan harapannya kepada insan pers yang tengah memperingati HPN 2026. Ia menekankan pentingnya peran pers dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.

“Saya berharap pers Indonesia tetap menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, terutama melalui pemberitaan yang menyejukkan dan berimbang. Pers juga memiliki peran besar dalam mengangkat sejarah dan budaya Indonesia agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Sultan.

Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pers di Tanah Air. “Selamat Hari Pers Nasional. Tetaplah menjadi pers yang profesional, independen, dan menyajikan informasi yang akurat demi kepentingan bangsa dan negara,” tutupnya.

Melalui rangkaian agenda HPN 2026 di Provinsi Banten ini, SMSI menegaskan komitmennya untuk menjadikan pers sebagai penjaga sejarah, penguat budaya, dan pilar penting dalam merawat persatuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (Rajo Alam)

×
Berita Terbaru Update