Padang, MP----- Pemerintah Kota (Pemko) Padang secara resmi melaunching Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah dalam rangkaian Tabligh Akbar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang digelar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Sumatera Barat, Jumat (6/2/2026).
Launching ditandai dengan pemukulan gendang tabuh oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Ustadz Hilman Fauzi, serta unsur Forkopimda Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat.
Wali Kota Padang Fadly Amran dalam sambutannya menyampaikan bahwa pencanangan Pesantren Ramadhan tahun ini merupakan bagian dari penguatan Program Unggulan (Progul) Smart Surau. Program tersebut dirancang untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap masjid dan surau sebagai pusat pembinaan karakter.
“Pesantren Ramadhan tidak hanya membekali anak-anak dan remaja dari sisi keilmuan dan ibadah, tetapi juga membiasakan mereka untuk dekat dengan masjid dan surau,” ujar Fadly Amran.
Ia menegaskan, melalui kegiatan ini Pemko Padang ingin membangun komitmen generasi muda agar terbiasa melaksanakan Shalat Subuh berjamaah secara istiqomah, sekaligus menjadikan masjid dan surau sebagai ruang pembentukan karakter religius sejak dini.
Fadly Amran juga memaparkan hasil uji coba Progul Smart Surau selama tiga bulan pertama. Khusus kegiatan Subuh berjamaah bagi siswa SD kelas IV, V, dan VI serta SMP kelas VII, VIII, dan IX, tercatat lebih dari 53.000 siswa dari total sekitar 80.000 siswa telah mengikuti Shalat Subuh berjamaah.
“Pelaksanaan kegiatan ini tersebar di 1.523 masjid dan musala se-Kota Padang. Ini menunjukkan antusiasme dan dukungan luar biasa dari masyarakat,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pengurus masjid, pengelola Smart Surau, orang tua murid, guru TPQ/TQA/MDT/MDTA, guru sekolah, hingga Satgas Smart Surau di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.
“Tanpa kolaborasi semua pihak, program ini tidak akan berjalan optimal,” pungkasnya.
Fadly Amran berharap pelaksanaan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah tahun ini lebih menitikberatkan pada praktik ibadah, mengingat para siswa telah mendapatkan pembelajaran teori di sekolah.
Menurutnya, pendekatan praktik dinilai lebih efektif dalam membentuk kebiasaan beribadah serta memperkuat karakter religius para pelajar di Kota Padang.
(Hm.pd)
