![]() |
| Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan arahan strategis dalam sesi Taklimat Presiden Republik Indonesia. |
Bogor, MP----- Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah dan memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Rakornas mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”.
![]() |
| Mendagri Tito Karnavian menyampaikan pemaparan mengenai penguatan peran pemerintah daerah dalam implementasi program prioritas Presiden. |
Presiden Prabowo Subianto secara langsung membuka Rakornas 2026 dan memberikan arahan strategis dalam sesi Taklimat Presiden Republik Indonesia. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh soliditas hubungan kerja antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Program-program prioritas pemerintah pusat hanya akan berhasil jika dilaksanakan secara selaras dan konsisten di daerah. Kita harus bergerak dalam satu irama, satu tujuan, demi kepentingan rakyat dan masa depan bangsa,” tegas Presiden Prabowo.
Tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang merupakan penjabaran dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Presiden menilai, berbagai capaian pada tahun pertama pemerintahan harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui koordinasi yang kuat.
“Apa yang sudah kita capai di tahun pertama adalah fondasi. Tugas kita sekarang adalah memastikan keberlanjutan, ketepatan sasaran, dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Presiden.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya peran pemerintah daerah sebagai ujung tombak pelaksanaan kebijakan nasional. Menurutnya, Rakornas menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, kebijakan, serta langkah teknis antara pusat dan daerah.
“Sinergi pusat dan daerah bukan sekadar koordinasi administratif, tetapi kerja bersama yang konkret. Pemerintah daerah harus memahami betul arah kebijakan Presiden agar implementasi program berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Tito Karnavian.
Mendagri juga menegaskan bahwa Kemendagri akan terus memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah daerah agar pelaksanaan program prioritas nasional sejalan dengan RPJMN 2025–2029.
Selain Presiden dan Mendagri, Rakornas 2026 turut menghadirkan jajaran Kabinet Merah Putih sebagai pembicara. Berbagai program strategis Presiden dipaparkan dalam sejumlah sesi pembahasan, mulai dari penguatan ekonomi, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga reformasi birokrasi.
Rakornas ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi pemerintah pusat dan daerah untuk bergerak lebih terintegrasi dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
(*)

