![]() |
| Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy meresmikan Huntara Mandiri Kapalo Koto bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pauh, Kamis (5/2/2026). |
Padang, MP----- Enam bulan setelah bencana hidrometeorologi melanda Kota Padang pada November 2025, harapan baru mulai terwujud bagi warga Kecamatan Pauh. Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) korban bencana kini resmi menempati Rumah Hunian Sementara (Huntara) Mandiri yang dibangun di Kelurahan Kapalo Koto.
Huntara tersebut diresmikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy bersama Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman dan Wali Kota Padang Fadly Amran, Kamis (5/2/2026). Peresmian ini menjadi penanda penting fase pemulihan pascabencana, khususnya bagi warga yang selama berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, penyediaan Huntara Mandiri di Kapalo Koto merupakan bagian dari langkah cepat dan terukur Pemerintah Kota Padang dalam memastikan warga terdampak tidak terlalu lama berada dalam kondisi darurat.
“Pasca bencana November 2025, kami bergerak menyiapkan beberapa lokasi Huntara, mulai dari Perumahan Nelayan, Rusunawa, hingga di Pauh ini. Huntara Kapalo Koto menjadi sangat strategis karena lebih dekat dengan lingkungan asal warga terdampak,” ujar Fadly.
Menurutnya, faktor jarak dan kedekatan sosial menjadi pertimbangan penting agar warga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan mengakses pendidikan, sembari menunggu hunian permanen dibangun.
Tak berhenti pada hunian sementara, Pemerintah Kota Padang juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Tiga lokasi telah ditetapkan, yakni Balai Gadang, Simpang Haru, dan Kelurahan Lambung Bukik, sebagai bagian dari solusi jangka panjang bagi korban bencana.
“Kami meminta masyarakat bersabar. Pembangunan Huntap akan dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat. Bersama Pak Wakil Gubernur, kami terus mendorong agar proses ini dipercepat, sehingga warga tidak terlalu lama tinggal di Huntara,” tegas Fadly.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Evi Yandri Rajo Budiman menyampaikan bahwa Huntara Mandiri di Kapalo Koto dibangun sebanyak 100 unit dan diperuntukkan bagi 100 KK dari Kecamatan Pauh, khususnya warga Kelurahan Lambung Bukik, Koto Lua, dan Cupak Tangah.
“Ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Huntara ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi ruang pemulihan martabat dan kehidupan warga,” ujar Evi Yandri.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Dengan ditempatinya Huntara Mandiri Kapalo Koto, pemerintah berharap roda kehidupan warga Pauh dapat kembali bergerak, sembari menanti realisasi hunian tetap yang aman, layak, dan berkelanjutan.
(Hm.pd)
