![]() |
| Apel pelepasan prajurit Yonko 463 Pasgat untuk Satgas Pamtas RI–PNG TA 2026 di Lanud Soewondo, Medan. |
Medan, MP----- Batalyon Komando (Yonko) 463 Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) TNI AU resmi melepas prajuritnya untuk melaksanakan tugas dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–PNG Tahun Anggaran 2026. Apel pelepasan digelar di Apron Charlie Lanud Soewondo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Kamis (9/4/2026).
![]() |
| Prajurit Parako 463 Pasgat bersiap diberangkatkan, usai mengikuti apel pelepasan di Apron Charlie Lanud Soewondo. |
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, S.Sos., M.A.P., dan dihadiri oleh sejumlah pejabat TNI, di antaranya Panglima Kosek I Medan Marsma TNI Imam Subekti, S.T., M.I.R., Komandan Resimen Arhanud I Pasgat Kolonel Pas Rudi Hasiholan Aritonang, M.Si.(Kom), M.Han., para Kepala Dinas Lanud Soewondo, para Asisten Kosek I Medan, serta jajaran satuan di Lanud Soewondo.
Komandan Batalyon Parako 463 Pasgat, Letkol Pas Jhon H. Siregar, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan moril kepada prajurit yang akan menjalankan tugas negara di wilayah perbatasan.
Sebelum diberangkatkan ke daerah operasi, seluruh prajurit akan menjalani latihan pra penugasan selama satu bulan di Pusdiklatpassus Batujajar, Jawa Barat. Latihan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis, taktis, serta kesiapan mental guna menghadapi berbagai dinamika di wilayah penugasan.
“Latihan ini menjadi bekal penting agar prajurit memiliki kesiapan optimal, baik dari sisi kemampuan maupun mentalitas, dalam menjalankan tugas pengamanan perbatasan,” ujar Danyon Parako 463 Pasgat.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh prajurit mampu melaksanakan tugas dengan baik, berbekal profesionalisme dan dedikasi tinggi sebagai prajurit Pasgat.
Dalam arahannya, Letkol Pas Jhon H. Siregar berpesan agar seluruh personel senantiasa mengedepankan kewaspadaan dan tanggung jawab selama bertugas.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada dalam setiap situasi, dan jangan pernah meremehkan kondisi di lapangan. Iringi setiap langkah dengan doa demi kelancaran dan keselamatan selama bertugas,” tegasnya.
Penugasan Satgas Pamtas RI–PNG merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara serta menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif di wilayah perbatasan, khususnya di Papua. Prajurit diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional serta menjaga nama baik satuan dan TNI Angkatan Udara di medan operasi.
(puspen/red)

