-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Prabowo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo

Rabu, 24 Juni 2026 | Juni 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-24T07:45:41Z
Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Gorontalo untuk menghadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 sebagai wujud komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.


Gorontalo, MP----- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo untuk menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026, Rabu (24/6/2026).


Presiden bersama rombongan terbatas bertolak dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.00 WIB menuju Kabupaten Gorontalo.


Setibanya di Gorontalo, Presiden dijadwalkan langsung menuju Sport Center Limboto untuk menghadiri rangkaian kegiatan puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII, yang menjadi forum nasional bagi para pelaku sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia.


PENAS merupakan agenda strategis yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pangan.


Dalam kegiatan tersebut, sejumlah agenda penting akan digelar, mulai dari pertukaran inovasi dan teknologi pertanian, dialog kebijakan antara pemerintah dan pelaku sektor pangan, hingga penguatan jejaring kemitraan usaha yang diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas serta mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional.


Kehadiran Presiden Prabowo menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian dan perikanan tetap menjadi salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Pemerintah terus mendorong transformasi sektor pangan melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan.


Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo juga diharapkan menjadi momentum mempererat sinergi nasional dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global, perubahan iklim, serta kebutuhan peningkatan produksi pangan yang berkelanjutan di masa mendatang.

(Ns/MP)

×
Berita Terbaru Update