![]() |
| Zul Muhklis, M.Pd Pejabat pelaksana teknis (PPTK) dana bos SDN/ SDS dan SMPN/SMPS dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten pesisir Selatan |
Painan, MP----- Komitmen untuk mendongkrak kualitas pendidikan masyarakat Pesisir Selatan terus diperkuat. Sebanyak 27 UPT SMP Negeri dan Swasta di lima kecamatan (Tarusan, Bayang, Bayang Utara, IV Jurai, dan Batang Kapas) menggelar Rekonsiliasi (Rekon) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Rabu (22/7/2026) di SMPN 2 Bayang.
![]() |
| Kepala Sekolah 5 Kecamatan yang ikut rekon BOS tahap 1 bulan juli 2026. |
Kegiatan ini tak sekadar urusan administrasi, melainkan langkah strategis memastikan setiap rupiah Dana BOS berdampak langsung pada peningkatan mutu lulusan dan daya saing generasi muda di Pesisir Selatan.
Rekon dibuka oleh Pejabat Pelaksana Teknis Dana BOS SDN/SDS dan SMPN/SMPS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Zul Mukhlis, M.Pd., serta dihadiri jajaran dinas, para Kepala UPT SMP, bendahara, dan operator sekolah.
Dalam pemaparannya, Zul Mukhlis menekankan bahwa akuntabilitas pengelolaan anggaran adalah kunci utama dalam menciptakan iklim belajar yang berkualitas bagi masyarakat.
"Kita ingin memastikan Dana BOS dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Ujungnya adalah peningkatan mutu pendidikan masyarakat. Setiap rupiah harus kembali dalam bentuk fasilitas belajar yang memadai dan kualitas lulusan yang unggul," tegas Zul Mukhlis.
Dampak Langsung Dana BOS bagi Kualitas Pendidikan Masyarakat
Pengelolaan Dana BOS yang presisi dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pendidikan inklusif dan berkualitas tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat Pesisir Selatan tanpa membebankan orang tua siswa.
Pemanfaatan Dana BOS yang difokuskan pada 12 komponen utama memberikan dampak nyata, di antaranya:
Pemerataan Kualitas Belajar Berbasis Digital: Pembiayaan fasilitas multimedia (laptop, proyektor, dan internet) memungkinkan siswa di berbagai kecamatan menikmati akses teknologi dan metode pembelajaran modern yang setara.
Pengembangan Potensi dan Prestasi Generasi Muda: Dukungan penuh untuk kegiatan ekstrakurikuler (OSIS, Pramuka, UKS) serta keikutsertaan siswa dalam ajang bergengsi seperti OSN, O2SN, dan FLS2N guna membentuk karakter serta prestasi anak daerah.
Peningkatan Kualifikasi Pengajar: Alokasi anggaran untuk pengembangan profesi guru (MGMP, pelatihan, dan workshop) memastikan tenaga pendidik memiliki kompetensi tinggi dalam membimbing siswa.
Akses Pendidikan Meringankan Beban Ekonomi: Pembebasan biaya operasional sekolah dan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) memastikan anak-anak Pesisir Selatan dari berbagai latar belakang ekonomi tetap bisa menempuh pendidikan SMP tanpa kendala biaya.
Kesejahteraan Tenaga Pendidik Non-ASN: Pembayaran honorarium guru honorer yang terjamin menjaga stabilitas dan semangat mengajar di ruang-ruang kelas.
Sinergi Kepala Sekolah demi Mutu Sekolah yang Merata
Kepala SMPN 2 Bayang, Irman, S.Pd., selaku tuan rumah, menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya antusiasme para pengelola sekolah. Menurutnya, rekon ini menjadi ajang menyamakan persepsi demi kemajuan sekolah di daerah.
Dukungan serupa disampaikan Kepala SMPN 1 Batang Kapas, Roni Sukri, S.Pd., dan Irwan Uspa, S.Pd. Mereka sepakat bahwa tertib administrasi Dana BOS berbanding lurus dengan efektivitas pembelajaran di kelas.
"Melalui rekon ini, kita tidak hanya mencocokkan angka, tetapi memastikan ketersediaan sarana belajar yang benar-benar dibutuhkan siswa di lapangan dapat terpenuhi dengan baik," kata Roni yang diamini Irwan.
Irwan menambahkan, keberhasilan pengelolaan Dana BOS akan terasa dalam jangka panjang, yakni lahirnya alumni SMP yang cerdas, berkarakter, dan siap membawa perubahan positif bagi masyarakat Pesisir Selatan.
Dinas Pendidikan Pesisir Selatan kembali mengingatkan batasan ketat dalam regulasi BOS. Anggaran dilarang keras digunakan untuk pembangunan fisik berat/sedang, investasi, atau pembiayaan ganda (double funding) dengan APBD, guna menjamin seluruh dana terfokus murni pada operasional dan peningkatan mutu belajar siswa.
(Idul Fitri/MP)

