![]() |
| Pengusaha muda sukses Deki Eldidora Asal Padang Pariaman |
Padang, MP----- Sukses tak pernah datang secara instan. Prinsip bergerak cepat, teliti, jujur, dan profesional menjadi kunci utama keberhasilan Deki Eldidora (42), pengusaha muda asal Padang Pariaman yang kini berhasil membangun kerajaan bisnis properti bernilai ratusan miliar rupiah di Sumatera Barat melalui PT Menara Village dan PT Lembur Persada.
Lahir pada 1984, langkah Deki di dunia properti tak lepas dari dorongan ayah dan tantenya yang juga berprofesi sebagai pengembang (developer) di Padang Pariaman dan Kota Padang. Karirnya diawali saat dipercaya menjadi Direktur di PT Ventura (anak perusahaan PT Semen Padang). Berkat integritas, koneksi yang luas, serta kepercayaan mitra, lebih dari 20 unit rumah mewah yang digarap PT Ventura kala itu habis terjual.
Pengalaman tersebut menjadi pijakan awal Deki untuk melebarkan sayap secara mandiri dengan mendirikan PT Menara Village dan PT Lembur Persada.
Menguasai Pasar Properti Strategis di Kota Padang
Selama enam tahun terakhir, bisnis yang dipimpin langsung oleh Deki ini berkembang pesat. Saat ini, perusahaan mempekerjakan ratusan karyawan yang terdiri dari manajemen kantor, tenaga teknis, hingga pekerja lapangan.
Sejumlah proyek strategis yang berhasil dibangun dan dikembangkan antara lain:
Cluster Belanti (Belakang Transmart Kota Padang): Sebanyak 24 unit rumah mewah berhasil dibangun dan seluruhnya habis terjual (sold out) pada 2025.
Ruko Jalan Utama Mato Aia (Jalan Nasional Padang–Painan): Pembangunan 15 unit ruko dengan rentang harga Rp750 juta hingga Rp1,5 miliar per unit.
Perumahan Ulak Karang: Hunian mewah dengan kisaran harga Rp450 juta hingga Rp1,2 Miliar per unit.
Ruko Jalan Teduh Steba: Ruko komersil berlokasi strategis dengan harga Rp1,2 miliar hingga Rp1,5 miliar per unit.
Proyek Banda Buek (2026): Pembangunan 77 unit rumah mewah berkonsep harga terjangkau di atas lahan seluas 11.000 m² di sekitar Pasar Banda Buek.
Dimas (38), tenaga lapangan PT Menara Village dan PT Lembur Persada, mengonfirmasi bahwa unit di Banda Buek direspons sangat positif oleh pasar.
"Pembangunan rumah mewah di Banda Buek saat ini sudah terjual lebih dari 24 unit dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp900 juta per unit. Beberapa unit sudah masuk tahap penyelesaian (finishing)," ujar Dimas saat ditemui di lokasi proyek.
Kepuasan Konsumen dan Potensi Pasar Properti Sumbar
Kualitas bangunan serta lokasi yang strategis menjadi daya tarik utama bagi para pembeli. Eko (45), salah satu pembeli rumah cluster di Belanti, mengaku puas dengan hunian bernilai Rp1,2 miliar yang dibelinya dua tahun lalu.
"Saya tertarik membeli rumah cluster PT Menara Village yang dipimpin Bapak Deki Eldidora dua tahun lalu. Alhamdulillah, kualitas bangunannya sangat baik," puji Eko.
Hal senada diungkapkan Egi (43), seorang karyawan bank di Sumatera Barat yang juga membeli unit di lokasi tersebut.
"Lokasinya sangat strategis di tengah kota dan dekat dengan jalan utama Khatib Sulaiman. Saya beruntung bisa dapat satu unit dari total 24 unit yang semuanya sudah habis terjual," kata Egi.
Deki Eldidora menjelaskan bahwa langkah ekspansi perusahaannya didasari oleh tingginya kebutuhan hunian di Sumatera Barat.
"Kebutuhan rumah baru di Sumatera Barat berdasarkan perhitungan kami mencapai lebih dari 3.000 unit setiap tahunnya. Kehadiran PT Menara Village adalah untuk ikut serta menyediakan rumah komersil dan rumah mewah yang berkualitas," kata Deki saat ditemui di kantornya di kawasan Belanti.
Ia juga berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat agar proyek-proyek perumahan yang sedang berjalan dapat berlanjut dengan lancar.
Pernah Jadi Sopir Angkot di Jakarta
Pencapaian Deki turut mendapat apresiasi dari pemerhati hukum dan perumahan nasional, Ardi Rusyda, S.H. Menurutnya, rekam jejak Deki di usia yang masih tergolong muda dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Namun, di balik kesuksesannya saat ini, Deki pernah melewati masa-masa perjuangan yang cukup berat. Sewaktu merantau dan berkuliah di Jakarta, ia melakoni berbagai pekerjaan keras demi bertahan hidup dan menyelesaikan pendidikannya.
"Di Jakarta kita wajib kerja keras dan tidak mudah menyerah. Apapun pekerjaan saya lakoni, bahkan saya sempat menjadi sopir angkot di Jakarta. Bersama istri saya, kami saling mendukung hingga akhirnya pulang kampung dan keberanian itu membuah hasil saat membangun PT Menara Village dan PT Lembur Persada," kenang Deki.
Menutup perbincangan, Deki memberikan pesan motivasi bagi anak-anak muda yang sedang berjuang membangun karir atau usahanya.
"Untuk anak-anak muda, pesan saya teruslah berkarya dan berprestasi di manapun kalian berada," pungkasnya.
(Idul Fitri/red)
