-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menikmati Rasa Kampung di Tepi Pantai, Pondok Makan Bangau Putih Jadi Favorit Keluarga di Padang

Selasa, 10 Februari 2026 | Februari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-10T05:41:28Z
Darmen Rajo Alam bersama keluarga menikmati sajian masakan kampung khas Minang di Pondok Makan Bangau Putih, Kota Padang.

Padang, MP----- Menikmati makan siang bersama keluarga di tepi pantai selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Itulah yang dirasakan para pengunjung Pondok Makan Bangau Putih, rumah makan yang berada di kawasan Pantai Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.

Hamparan pantai Parupuk Tabing yang sebagian masih tertutup tumpukan kayu gelondongan akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Dengan suguhan masakan kampung khas Minangkabau dan pemandangan laut yang terbuka, Pondok Makan Bangau Putih kerap menjadi pilihan warga untuk bersantai sambil bersantap. Beragam menu menggugah selera tersaji, mulai dari rendang jengkol, gulai ikan karang, cumi gulai, udang bakar, hingga aneka lauk khas Minang lainnya yang kaya cita rasa.

Namun, keindahan pantai Parupuk Tabing saat ini belum sepenuhnya kembali seperti sediakala. Sebagian kawasan pantai masih ditutupi tumpukan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Akibatnya, hamparan pasir putih yang sebelumnya bersih dan indah kini tertutup, sehingga pengunjung pun enggan bermain atau berjalan-jalan di tepi pantai.

Salah seorang pengunjung, Darmen Rajo Alam, mengaku sudah sering datang bersama keluarga ke Pondok Makan Bangau Putih. Meski tetap nyaman untuk makan, ia menyayangkan kondisi pantai yang belum pulih sepenuhnya.

“Tempat makannya tetap enak dan nyaman, tapi sayang pantainya masih tertutup kayu-kayu besar bekas banjir. Padahal dulu pasirnya putih dan bersih, anak-anak bisa main di pinggir pantai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Novriani, yang akrab disapa Cetek. Ia menilai keberadaan kayu gelondongan cukup mengurangi kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati suasana pantai setelah makan.

“Masakannya enak, rasa kampungnya dapet. Tapi kalau pantainya sudah bersih, pasti lebih ramai lagi. Sekarang orang-orang jadi cuma duduk dan makan, tidak berani turun ke pasir,” tuturnya.

Sementara itu, Muharni, pengunjung asal Kecamatan Lubuk Begalung, berharap agar tumpukan kayu gelondongan tersebut segera dibersihkan sehingga keindahan pantai Parupuk Tabing dapat kembali dinikmati masyarakat.

“Kami berharap ada perhatian untuk membersihkan kayu-kayu ini. Kalau pasir putihnya sudah terlihat lagi, pasti pengunjung makin betah dan pantai ini kembali hidup,” ungkapnya.

Meski demikian, Pondok Makan Bangau Putih tetap menjadi pilihan favorit warga untuk menikmati santapan makan siang bersama keluarga. Para pengunjung berharap, pemulihan kawasan pantai dapat segera dilakukan agar keindahan alam dan potensi wisata Parupuk Tabing kembali pulih, seiring dengan geliat kuliner lokal yang terus bertahan.

×
Berita Terbaru Update