-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Ketua Umum PWI Pusat Achmad Munir : Pers dan Banten Ibarat Air dan Ikan

Selasa, 10 Februari 2026 | Februari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-10T14:19:51Z
Ketua Umum PWI Pusat, Achmad Munir, menyampaikan sambutan pada gala dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Minggu malam (8/2), menegaskan peran strategis pers sebagai mitra pemerintah dalam mendorong kemajuan dan pengembangan potensi daerah.

Serang, MP----- Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Achmad Munir, menegaskan kuatnya kemitraan antara pers dan Pemerintah Provinsi Banten dalam sambutannya pada gala dinner Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang digelar di Pendopo Gubernur Banten, Minggu malam (8/2).

Darmen Rajo Alam dan Afridon Rajo Bungsu, jurnalis Sumatera Barat, menyimak sambutan Ketua Umum PWI Pusat Achmad Munir pada gala dinner HPN 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Minggu malam (8/2).

Di hadapan Gubernur Banten Andra Soni, SM, M.AP, Wakil Gubernur Banten Dr. H. Achmad Dimyati Natakusumah, unsur Forkopimda Provinsi Banten, jajaran PWI pusat dan daerah, serta wartawan dari seluruh Indonesia, Munir menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Pemprov Banten terhadap insan pers.

“Kami merasa terhormat dan bangga memiliki mitra pemerintah daerah yang peduli dan memahami pentingnya kebersamaan. Hubungan Pemprov Banten dan pers sudah ibarat air dan ikan, saling membutuhkan dan saling menghidupi,” ujar Munir.

Ia menekankan, kemitraan yang telah terbangun harus terus dirawat demi tujuan yang lebih besar, yakni mendorong kemajuan masyarakat Banten agar sejajar dengan provinsi lain di Pulau Jawa. Munir menyebut Banten sebagai “anak bungsu di Jawa” yang memerlukan pendampingan, keteladanan, dan dorongan bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk media.

Munir juga mengulas kuatnya nilai sejarah dan potensi Banten. Dari masa imperialisme, Banten telah menjadi pusat pengembangan ekonomi, melahirkan tokoh besar seperti Syekh Nawawi al-Bantani dan Sultan Ageng Tirtayasa. Potensi sejarah, budaya, pariwisata, hingga ekonomi tersebut, menurutnya, membutuhkan eksplorasi yang serius dan berkelanjutan oleh media.

“Media memiliki peran strategis untuk mengangkat kepentingan pariwisata, ekonomi, dan sejarah daerah. Ini potensi besar yang bisa dikerjakan bersama,” tegasnya.

Ia mengusulkan agar Pemprov Banten menggelar forum diskusi kelompok (FGD) bersama wartawan dengan menghadirkan narasumber kompeten, guna menggali dan menjiwai perjalanan Banten dari masa lalu hingga kini. Munir mencontohkan potensi strategis Banten seperti Anyer, Pelabuhan Merak, dan Pelabuhan Bojonegara, yang secara historis menjadi pintu gerbang kemajuan ekonomi, sebagaimana Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya, Belawan di Medan, dan Makassar.

“Setiap daerah yang memiliki pelabuhan, di sanalah pintu kemajuan ekonomi. Tinggal bagaimana kita mengemas narasi, menentukan model distribusi informasi, dan memastikan pesan sampai ke sasaran,” ujarnya.

Munir menegaskan, penunjukan Banten sebagai tuan rumah HPN 2026 merupakan bagian dari ikhtiar agar pers nasional menoleh dan masyarakat melihat Banten sebagai daerah yang layak maju dan terus didorong potensinya.

Pada kesempatan itu, Munir juga mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung telah ditetapkan sebagai tuan rumah HPN 2027, menyusul komitmen cepat dari pemerintah daerah setempat. Menurutnya, HPN selalu menjadi ajang yang diperebutkan karena terbukti mampu menginspirasi daerah dalam mengembangkan potensi dan pertumbuhan ekonomi.

“HPN bukan sekadar seremoni, tetapi kontribusi nyata pers untuk daerah. Semoga ikhtiar kita bersama berhasil, dan pers terus hadir membantu pemerintah memajukan masyarakat, termasuk masyarakat Banten,” tutup Munir.

(Rajo Alam)

×
Berita Terbaru Update