![]() |
| Kepala SMAN 2 Batang Anai, Aghfirli Syofyan, M.Pd, menjelaskan progres revitalisasi sekolah yang telah mencapai sekitar 80 persen. |
Padang Pariaman, MP----- Program revitalisasi SMAN 2 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, yang dibiayai melalui Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, kini memasuki tahap akhir dengan progres fisik mencapai sekitar 80 persen.
Revitalisasi tersebut menjadi langkah strategis pemerintah pusat untuk memulihkan sekaligus meningkatkan kualitas sarana pendidikan yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025. Selain mengalami kerusakan akibat bencana, sekolah ini juga berada di kawasan cekungan yang selama bertahun-tahun menjadi langganan genangan air ketika hujan deras.
Kepala SMAN 2 Batang Anai, Aghfirli Syofyan, M.Pd, menjelaskan bahwa banjir terbesar terjadi pada 25 November 2025 dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas belajar mengajar serta merusak sejumlah fasilitas sekolah.
"Karena sekolah berada di daerah yang rendah, setiap hujan deras selalu berpotensi tergenang. Banjir paling parah terjadi pada 25 November 2025," ujar Aghfirli kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Sebagai tindak lanjut hasil kajian teknis, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) merekomendasikan seluruh bangunan sekolah ditinggikan dengan menaikkan elevasi lantai sekitar 60 sentimeter dari kondisi semula agar lebih aman dari ancaman banjir.
Menurut Aghfirli, idealnya sebanyak 35 ruang ditambah satu rumah dinas memperoleh penanganan serupa. Namun keterbatasan anggaran revitalisasi tahun ini membuat pekerjaan difokuskan pada 16 ruang kelas, satu laboratorium, satu ruang guru, satu ruang kepala sekolah, serta dua unit toilet.
Sebagai kepala sekolah, Aghfirli menegaskan tugas utamanya adalah memastikan proses revitalisasi berjalan sesuai ketentuan Kemendikdasmen tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar. Ia juga berkewajiban mengawal administrasi, koordinasi dengan pemerintah, konsultan, pelaksana pekerjaan, serta memastikan seluruh pekerjaan mengedepankan mutu, akuntabilitas, dan keselamatan.
"Kami tidak memiliki keahlian teknis di bidang konstruksi. Karena itu, sesuai ketentuan Kemendikdasmen, pelaksanaan pekerjaan didampingi tenaga profesional yang memiliki kompetensi teknik sipil dan sertifikat keahlian sehingga kualitas pembangunan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.
Ia menyebut Ketua Pelaksana Pekerjaan, Djafril Djalaluddin, memiliki latar belakang Sarjana Teknik Sipil serta pengalaman di bidang konstruksi sehingga dipercaya mengendalikan pekerjaan di lapangan. Sementara konsultan perencana dijabat Alidi dan konsultan pengawas Adi, yang juga memiliki kompetensi teknik sipil sesuai persyaratan program.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pekerjaan Djafril Djalaluddin menjelaskan bahwa peninggian lantai bangunan secara otomatis diikuti dengan penyesuaian konstruksi atap, kusen, pintu, dan jendela agar proporsi bangunan tetap sesuai standar teknis.
"Karena lantai dinaikkan sekitar 60 sentimeter, maka atap juga ikut dinaikkan. Kusen pintu dan jendela yang sudah rusak diganti baru, sedangkan yang masih layak tetap dipertahankan agar lebih efisien tanpa mengurangi kualitas bangunan," jelasnya.
Sebagai penanggung jawab teknis di lapangan, Djafril memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan mengacu pada gambar kerja, spesifikasi teknis, standar mutu konstruksi, serta diawasi secara berkala oleh konsultan pengawas. Menurutnya, setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan prinsip ketelitian agar bangunan yang dihasilkan lebih kuat, aman, dan mampu menghadapi potensi banjir di masa mendatang.
Revitalisasi SMAN 2 Batang Anai juga mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy sebelumnya meninjau langsung lokasi pekerjaan dan mendorong agar bangunan sekolah tetap menampilkan identitas budaya Minangkabau.
Salah satu masukan yang disampaikan adalah penambahan gonjong dibagian atap teras depan sekolah sebagai ciri khas arsitektur Minang. Usulan tersebut kemudian dikoordinasikan pihak sekolah bersama konsultan pengawas, fasilitator, dan Kemendikdasmen hingga akhirnya dapat diakomodasi dalam desain revitalisasi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana yang juga Bendahara Revitalisasi, Maifitri Yeni, menyebut progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dan terus dikebut sesuai target penyelesaian.
Dengan selesainya revitalisasi nanti, SMAN 2 Batang Anai diharapkan memiliki fasilitas pembelajaran yang lebih aman, representatif, serta tangguh menghadapi risiko banjir, sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih optimal tanpa terganggu bencana hidrometeorologi yang selama ini menjadi tantangan utama sekolah tersebut.
(Rajo.A/MP)
