-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Sertijab Kapolres Pasaman: Di Balik Tradisi Pedang Pora dan Harapan Tinggi Masyarakat akan Integritas Kepolisian

Kamis, 30 Juli 2026 | Juli 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-30T05:52:15Z
Prosesi pedang pora mengiringi penyambutan Kapolres Pasaman yang baru sebagai simbol penghormatan dan estafet kepemimpinan di tubuh Polri.


Pasaman, MP----- Halaman Mapolres Pasaman menjadi saksi bergulirnya tongkat kepemimpinan. Melalui tradisi Farewell and Welcome Parade yang khidmat dan diwarnai prosesi pedang pora serta tari Silek Songsong, AKBP Adirawa Permana Anggawisastra, S.I.K., resmi menjabat sebagai Kapolres Pasaman menggantikan AKBP Muhammad Agus Hidayat, S.H., S.I.K., yang kini mengemban amanah baru sebagai Wadir Samapta Polda Riau, Kamis (30/7/2026).


Serah terima jabatan di tubuh Polri memang merupakan hal rutin dalam rangka penyegaran organisasi. Namun, bagi masyarakat Pasaman, momen ini bukan sekadar seremoni pergantian pejabat, melainkan penanda terbitnya harapan baru akan hadirnya penegak hukum yang berintegritas, adil, dan benar-benar mengayomi.


Simbolisme Pedang Pora dan Ujian Nyata di Lapangan


Tradisi pedang pora yang megah dan sambutan adat Minangkabau yang hangat melambangkan penghormatan tinggi masyarakat dan institusi kepada pemimpin baru. Namun, di balik kemegahan simbolis tersebut, terbentang tanggung jawab besar yang menunggu di lapangan.


Masyarakat hari ini tidak hanya menilai kepolisian dari megahnya prosesi penyambutan, melainkan dari tindakan nyata dalam menegakkan keadilan. Di tengah dinamika sosial yang semakin kritis, keberhasilan seorang Kapolres tidak lagi diukur hanya dari aspek internal organisasi, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasa aman, diperlakukan adil, dan dilayani tanpa diskriminasi.


Integritas: Kunci Mengembalikan dan Memperkuat Kepercayaan Publik


Dalam sambutannya, AKBP Adirawa Permana mengajak seluruh jajaran untuk memperkuat sinergi, menjaga kekompakan, serta meningkatkan profesionalisme sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Komitmen ini menjadi angin segar yang ditunggu oleh warga Pasaman.


Harapan utama masyarakat terhadap kepemimpinan yang baru merujuk pada tiga fondasi utama:


Penegakan Hukum yang Adil dan Transparan: Masyarakat merindukan penegakan hukum yang tidak "tumpul ke atas, tajam ke bawah". Setiap penanganan perkara diharapkan dilakukan secara profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik transaksional.


Pengayoman yang Humanis: Polisi diharapkan hadir bukan sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai tempat mengadu yang aman, cepat tanggap, dan empati terhadap masalah hukum yang dihadapi warga kecil.


Keteladanan dan Integritas Internal: Kepemimpinan yang kuat lahir dari keteladanan. Penertiban disiplin dan integritas personel di tingkat Polsek hingga Polres menjadi kunci utama untuk menutup celah penyalahgunaan wewenang.


Meneruskan Legasi, Menjawab Tantangan Zaman


Apresiasi patut diberikan kepada AKBP Muhammad Agus Hidayat atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polres Pasaman. Sinergi yang telah terbangun menjadi fondasi kokoh bagi pejabat baru.


Kini, estafet kepemimpinan berada di tangan AKBP Adirawa Permana Anggawisastra. Masyarakat Pasaman menaruh harapan besar agar nahkoda baru ini mampu membawa Polres Pasaman menjadi institusi yang semakin presisi, dekat dengan rakyat, dan berdiri paling depan dalam menjaga integritas hukum di Ranah Pasaman. 

(Idul Fitri/MP)

×
Berita Terbaru Update