![]() |
| Misra Elfi menegaskan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan spiritual bagi calon jemaah haji. |
Bukittinggi, MP----- Sebanyak 306 calon jemaah haji Kota Bukittinggi masuk dalam estimasi keberangkatan haji Tahun 1448 H/2027 M. Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Bukittinggi kini mulai memacu berbagai persiapan, mulai dari penyelesaian administrasi hingga pemeriksaan istithaah kesehatan. Ibadah haji ini diharapkan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan sarana memperkuat penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari demi menggapai keselamatan dunia dan akhirat.
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Bukittinggi, Hj. Misra Elfi, S.Ag, MM, menegaskan pentingnya persiapan sejak dini. Penguatan spiritual dan fisik bagi para calon jemaah dinilai vital agar mereka tidak hanya siap secara medis, tetapi juga tangguh secara mental dan spiritual di era modernisasi yang penuh tantangan.
“Estimasi keberangkatan Calon Jemaah Haji Kota Bukittinggi Tahun 1448 H/2027 M telah diterbitkan dengan jumlah 306 calon jemaah,” ujar Misra Elfi, Selasa (4/8/2026).
Misra meminta jajaran Kemenhaj Bukittinggi segera mendorong percepatan penyelesaian administrasi serta pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, kesiapan fisik, mental, dan pemahaman nilai-nilai Islam menjadi fondasi utama bagi calon jemaah agar pelaksanaan ibadah di Tanah Suci berjalan optimal dan memberikan dampak positif setelah kembali ke Tanah Air.
“Kita harus mempersiapkan pelayanan secara maksimal agar seluruh tahapan keberangkatan dapat berlangsung lancar,” lanjutnya.
Persiapan awal ini dilakukan menyusul suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M. Dari total 255 jemaah asal Bukittinggi yang diberangkatkan sebelumnya, sebanyak 254 jemaah telah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat. Sementara satu jemaah, Yunilis Muin (73), dilaporkan meninggal dunia di Madinah.
Misra Elfi memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pegawai yang telah mendedikasikan diri memberikan Pelayanan terbaik. Ia mendoakan almarhumah Yunilis Muin mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta berharap jemaah yang telah kembali mampu memancarkan keteladanan akhlak islami di tengah masyarakat.
Di tengah pesatnya era modernisasi, keteladanan para jemaah haji diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Nilai-nilai kedisiplinan, kesabaran, dan ketakwaan yang dipraktikkan selama berhaji menjadi cerminan penting untuk membina generasi muda agar tetap memegang teguh ajaran Islam serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan tangguh menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, meski baru sekitar delapan bulan berkantor di lingkungan DPMPTSP Kota Bukittinggi, Kemenhaj terus memantapkan berbagai program layanan. Kualitas pelayanan dipastikan semakin menguat seiring hadirnya tambahan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui mutasi dua pegawai, masing-masing dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan dari Aceh.
“Dengan adanya tambahan SDM ini, kita berharap pelayanan kepada masyarakat semakin kuat dan optimal,” ungkap Misra.
Dalam waktu dekat, Kemenhaj Bukittinggi juga akan membuka rekrutmen Petugas Haji. Misra mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan, profesionalisme, serta integritas demi mewujudkan pelayanan ibadah yang berkah dan mampu membimbing umat menuju keselamatan dunia dan akhirat.
(Idul Fitri/MP)
