![]() |
| Maigus Nasir berbagi pengalaman kepemimpinan di hadapan 100 Ketua OSIS dan MPK dari 21 provinsi. |
Padang, MP----- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendorong generasi muda, khususnya para Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK), membangun karakter kepemimpinan yang terbuka, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.
Pesan tersebut disampaikan Maigus saat menjadi pemateri latihan kepemimpinan bagi 100 Ketua OSIS dan MPK dari 21 provinsi di Indonesia yang digelar Yayasan Proklamator Bung Hatta di Studio Hasnawi Karim, Asrama Haji Embarkasi Padang, Kamis (13/8/2026).
Mengusung tema “Dari Individualisme Menuju Masyarakat Kooperatif”, kegiatan tersebut menjadi ruang pembekalan bagi para pelajar untuk memahami kepemimpinan bukan semata-mata tentang posisi atau kewenangan, melainkan kemampuan membangun kepercayaan dan menggerakkan orang lain menuju tujuan bersama.
Maigus menekankan, organisasi sekolah merupakan salah satu wadah penting untuk melatih calon pemimpin sejak dini. Menurutnya, pengalaman memimpin di lingkungan sekolah dapat menjadi modal berharga ketika para siswa kelak terjun ke tengah masyarakat.
«“Pemimpin itu bukan hanya orang yang bisa memerintah. Pemimpin adalah mereka yang mau mendengar, mau bermusyawarah, mampu merangkul, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil,” ujar Maigus Nasir.»
Ia mengingatkan para peserta agar tidak terjebak pada pola kepemimpinan yang individualistis. Di tengah tantangan generasi muda yang semakin kompleks, kemampuan berkolaborasi, menghargai perbedaan dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah menjadi kompetensi penting.
Menurut Maigus, seorang pemimpin yang baik harus mampu menjadi teladan sekaligus menciptakan ruang bagi anggota organisasi untuk berpartisipasi. Karena itu, kepemimpinan di lingkungan OSIS dan MPK seharusnya tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pembentukan karakter.
“Mulailah dari hal-hal sederhana. Belajar mendengar pendapat teman, menghargai perbedaan, menyelesaikan masalah bersama dan berani bertanggung jawab. Dari proses seperti itulah karakter seorang pemimpin dibentuk,” katanya.
Ia berharap para Ketua OSIS dan MPK yang mengikuti pelatihan tersebut mampu membawa pengalaman yang diperoleh kembali ke sekolah masing-masing. Dengan demikian, pengaruh kepemimpinan mereka tidak berhenti pada forum pelatihan, tetapi berkembang menjadi gerakan positif di lingkungan sekolah.
Pelatihan yang mempertemukan 100 pemimpin pelajar dari berbagai daerah di Indonesia itu sekaligus memperkuat gagasan bahwa regenerasi kepemimpinan nasional perlu dipersiapkan sejak bangku sekolah. Kepemimpinan yang berakar pada kolaborasi, musyawarah dan kepedulian sosial dinilai menjadi bekal penting dalam membangun masyarakat yang lebih solid.
Kegiatan tersebut juga menempatkan Kota Padang sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk memperluas wawasan kepemimpinan sekaligus bertukar pengalaman antarsekolah dan antardaerah.
(Pd/MP)
