-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Cik Ujang Usulkan Rawa dan Gambut Sumsel Jadi Kawasan Persawahan Produktif

Jumat, 18 September 2026 | September 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-18T00:20:08Z
Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menyampaikan gagasan optimalisasi lahan rawa dan gambut untuk mendukung ketahanan pangan.


Palembang, MP----- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Cik Ujang, menggagas pemanfaatan ratusan ribu hektare lahan rawa dan gambut sebagai kawasan pertanian produktif, terutama persawahan, untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Gagasan strategis tersebut disampaikan Cik Ujang saat menghadiri diskusi publik bertajuk “Kabut Asap dan Nasib Ekonomi Rakyat” di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Kamis (17/9/2026).


Menurut Cik Ujang, potensi lahan rawa dan gambut di Sumatera Selatan perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan jangka panjang. Pemanfaatan lahan yang tepat dinilai dapat membuka peluang pengembangan sektor pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Optimalisasi kawasan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi pangan, khususnya beras, serta memperkuat kemandirian pangan daerah.


Di sisi lain, pengelolaan lahan yang terencana juga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko karhutla yang selama ini menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.


Pengelolaan Lahan Perlu Berorientasi pada Keberlanjutan


Pemanfaatan lahan rawa dan gambut sebagai kawasan pertanian membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk kajian kondisi lahan, tata air, kesesuaian komoditas, serta dampak lingkungan.


Khusus pada ekosistem gambut, pengelolaan harus memperhatikan fungsi hidrologis dan upaya menjaga kelembapan lahan. Pembukaan atau pengeringan gambut secara tidak terkendali berisiko meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran.


Karena itu, gagasan pengembangan persawahan perlu diselaraskan dengan prinsip perlindungan lingkungan, sehingga upaya memperkuat ketahanan pangan tidak menimbulkan persoalan ekologis baru.


Diskusi publik tersebut menjadi ruang untuk membahas keterkaitan antara bencana kabut asap, dampaknya terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, serta perlunya langkah penanganan karhutla yang berkelanjutan.


Melalui gagasan optimalisasi lahan rawa dan gambut, Cik Ujang mendorong pemanfaatan potensi daerah sebagai bagian dari strategi pembangunan Sumatera Selatan ke depan.


Namun, realisasi gagasan tersebut tetap memerlukan kajian teknis, perencanaan lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat agar pengembangan pertanian dapat berjalan produktif, aman, dan berkelanjutan.

(SL/MP-red)

×
Berita Terbaru Update