Padang, MP----- Pembangunan dan penataan dua kawasan taman di Kota Padang, masing-masing di kawasan Pasar Raya dan Pantai Padang, terus berjalan. Meski sebagian pekerjaan berada di tengah pusat aktivitas masyarakat, Pemerintah Kota Padang memastikan pelaksanaannya masih berada dalam koridor rencana kerja yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Gedung dan Penataan Lingkungan Dinas PUPR Kota Padang, Masdalila Masri, ST, MT, yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk kedua paket pekerjaan tersebut, menyampaikan hal itu saat berbincang dengan sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2026).
Menurut Masdalila, pelaksanaan pekerjaan fisik memiliki mekanisme teknis yang harus menjadi pedoman bersama. Karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan berdasarkan kondisi visual di lapangan, tetapi mengacu pada spesifikasi teknis, dokumen kontrak, serta hasil evaluasi dan justifikasi teknis apabila ditemukan kondisi lapangan yang membutuhkan penyesuaian.
“Pekerjaan itu tidak menjadi beban, karena kita bekerja ada role dan SOP-nya. Apalagi pekerjaan fisik infrastruktur, tentu kita sesuai dengan spesifikasi teknis dan acuan yang ada,” ujar Masdalila.
Dalam pelaksanaan proyek, PUPR juga melibatkan tenaga pengawas sebagai perpanjangan tangan dinas di lapangan. Pengawas bertugas memantau pekerjaan secara rutin sekaligus menjadi penghubung ketika muncul persoalan teknis yang membutuhkan pembahasan lebih lanjut.
Masdalila menjelaskan, tidak seluruh kondisi lapangan selalu identik dengan perencanaan awal. Jika terdapat perbedaan kondisi, pihaknya tidak serta-merta mengambil keputusan sendiri, melainkan melakukan pembahasan dan penyusunan justifikasi teknis untuk memastikan setiap perubahan tetap dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan administratif.
“Dari justifikasi teknis itulah kita mengambil keputusan. Kita juga selalu melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan di lapangan,” katanya.
Ia menambahkan, sejauh pemantauan yang dilakukan, pekerjaan kedua proyek tersebut masih berjalan sesuai rencana dan belum mengalami keterlambatan.
Menurutnya, progres sebuah proyek tidak selalu terlihat meningkat secara signifikan setiap waktu. Hal tersebut berkaitan dengan bobot masing-masing item pekerjaan. Ada pekerjaan dengan bobot kecil yang dikerjakan pada tahap tertentu, sementara pekerjaan dengan bobot lebih besar dapat membuat progres meningkat lebih cepat ketika mulai dilaksanakan.
“Kalau sekarang ada beberapa pekerjaan yang bobotnya tidak terlalu signifikan, bulan berikutnya bisa saja progresnya tiba-tiba melonjak. Namun, bukan berarti pekerjaan itu terlambat,” jelasnya.
Berada di Jantung Kota
Masdalila mengakui, lokasi pekerjaan yang berada di kawasan pusat keramaian membuat proses pembangunan mudah menjadi perhatian masyarakat. Di tengah aktivitas warga, perubahan fisik yang berlangsung bertahap terkadang menimbulkan persepsi bahwa pekerjaan berjalan lambat.
Padahal, menurut dia, progres pekerjaan harus dilihat berdasarkan keseluruhan item dan bobot pekerjaan yang tercantum dalam dokumen kontrak, bukan hanya dari bagian pekerjaan yang tampak dari luar.
“Karena pekerjaannya sekarang berada di pusat keramaian, jantung kota, masyarakat banyak yang tidak memahami seperti apa tahapan pekerjaan ini. Mereka melihat kenapa pekerjaannya seperti itu saja. Sebenarnya pekerjaan tetap berprogres dan saat ini belum terlambat,” ujarnya.
Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan ruang publik di kawasan perkotaan membutuhkan keseimbangan antara kepentingan konstruksi dan kenyamanan masyarakat. Selama pekerjaan berlangsung, aktivitas warga tetap berjalan sehingga aspek keselamatan, keteraturan dan pengelolaan kawasan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Pantai Padang Disiapkan Jadi Ruang Publik
Sementara itu, penataan taman di kawasan Pantai Padang dirancang bukan sekadar menghadirkan ruang hijau. Kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk pusat kuliner dan area parkir.
Masdalila menyebutkan, dalam rancangan penataan tersebut terdapat sejumlah plaza yang nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat.
Penataan itu juga berkaitan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di sepanjang kawasan trotoar pantai.
“Untuk pekerjaan di pantai, kita melakukan pembangunan penataan taman. Jadi taman itu nanti bisa dijadikan pusat kuliner dan parkir. Ada plaza-plaza yang nanti bisa dinikmati masyarakat,” katanya.
Menurutnya, keberadaan ruang khusus tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penataan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pantai. PKL yang selama ini berada di sepanjang trotoar akan diarahkan ke kawasan yang telah disiapkan sehingga fungsi ruang publik dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih tertata.
Jika konsep tersebut terealisasi sesuai rencana, wajah kawasan Pantai Padang tidak hanya mengalami perubahan secara fisik, tetapi juga berpotensi memberikan ruang interaksi baru bagi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Mengubah Wajah Kota
Bagi PUPR Kota Padang, pembangunan dua taman tersebut merupakan bagian dari upaya menata kawasan perkotaan agar lebih teratur dan memiliki ruang publik yang dapat dinikmati masyarakat.
Masdalila berharap masyarakat dapat memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung. Sebab, pembangunan di ruang publik membutuhkan waktu dan dalam prosesnya tidak selalu langsung memperlihatkan bentuk akhir sebagaimana yang tergambar dalam perencanaan.
“Kita hari ini menata Kota Padang. Kalau pekerjaan ini selesai, tentu akan mengubah wajah Kota Padang,” tuturnya.
Sebagai PPK, Masdalila menegaskan pihaknya berkepentingan memastikan pekerjaan terlaksana sesuai jadwal dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan agar rencana yang dituangkan dalam dokumen teknis benar-benar dapat diwujudkan di lapangan.
“Yang kita inginkan tentu pekerjaan dilaksanakan sesuai schedule dan sesuai spesifikasinya. Apa yang direncanakan bisa kita implementasikan dan aplikasikan di lapangan, sehingga apa yang kita rubah bisa menjadi wujud yang nyata,” pungkasnya.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan ruang publik tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan konstruksi. Lebih jauh, kualitas hasil pekerjaan, keteraturan kawasan, manfaat bagi masyarakat, serta kemampuan ruang tersebut menjawab kebutuhan warga akan menjadi ukuran penting setelah proyek selesai. Karena itu, transparansi progres, pengawasan teknis dan dukungan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penataan wajah Kota Padang.
(Rj.alam/MP-red)
