![]() |
| Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan percepatan pekerjaan Jembatan Garoga 2 terus dilakukan secara terukur. |
Tapanuli Selatan, MP----- Penanganan Jembatan Garoga 2 di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus dikebut. Proyek yang menjadi bagian penting dalam pemulihan dan penguatan konektivitas wilayah tersebut kini memasuki tahapan pekerjaan struktur utama, dengan pelaksanaan borepile pada Abutment 2.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Kamis (17/9/2026), mengatakan percepatan pekerjaan terus dilakukan melalui tahapan yang terukur serta pengawasan secara langsung di lapangan.
Menurut Dody, percepatan pembangunan infrastruktur tidak boleh mengesampingkan aspek kualitas. Setiap pekerjaan harus dilaksanakan sesuai ketentuan teknis, dengan memperhatikan keselamatan kerja serta ketepatan pelaksanaan di lapangan.
“Percepatan penanganan terus dilakukan melalui pelaksanaan pekerjaan yang terukur, pengawasan di lapangan, serta koordinasi antar pihak. Setiap tahapan tetap mengutamakan mutu, keselamatan kerja, dan ketepatan pelaksanaan,” ujar Dody.
Tahapan borepile pada Abutment 2 menjadi salah satu bagian penting dalam pekerjaan struktur Jembatan Garoga 2. Pekerjaan tersebut diperlukan untuk mendukung kekuatan struktur jembatan sehingga nantinya mampu menjalankan fungsi pelayanan transportasi secara optimal.
Dody menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata berkaitan dengan penyelesaian konstruksi secara fisik. Lebih jauh, keberadaan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menunjang kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi.
Jembatan Garoga 2 diharapkan kembali memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah sekitar Tapanuli Selatan. Infrastruktur tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pergerakan orang maupun barang serta memperlancar aktivitas masyarakat yang bergantung pada jaringan jalan dan jembatan.
Karena itu, proses penanganannya terus diarahkan agar berjalan sesuai target dengan tetap menjaga standar mutu konstruksi.
Pemerintah melalui Kementerian PU juga mendorong koordinasi antarpihak selama pelaksanaan pekerjaan. Langkah tersebut diperlukan agar setiap kendala di lapangan dapat segera ditangani dan tahapan pekerjaan dapat berlangsung secara efektif.
Dengan masuknya pekerjaan borepile pada Abutment 2, progres penanganan Jembatan Garoga 2 menunjukkan perkembangan menuju tahapan struktur berikutnya. Penyelesaian pekerjaan diharapkan dapat segera mengembalikan fungsi konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
(bakom.ri/MP-red)
