-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Sumbar-Jeonbuk Perkuat Diplomasi Budaya, Padang Didorong Bangun Sister City

Minggu, 20 September 2026 | September 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-20T00:27:55Z
Mahyeldi berdialog bersama delegasi Jeonbuk membahas penguatan kerja sama antardaerah.


Padang, MP----- Hubungan persahabatan antara Sumatera Barat (Sumbar) dan Provinsi Jeonbuk, Republik Korea, terus diarahkan pada kerja sama yang lebih luas dan konkret. Pertukaran budaya menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, pariwisata, ekonomi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Mahyeldi bersama delegasi Jeonbuk dalam agenda penguatan hubungan budaya Sumbar dan Korea Selatan.


Hal itu terlihat dalam kegiatan Promosi Budaya Asia 2026 yang mempertemukan kekayaan budaya Sumbar dengan budaya Jeonbuk di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kota Padang, Sabtu (19/9/2026).


Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang menghadiri kegiatan tersebut mengatakan, promosi budaya bukan sekadar agenda pertunjukan seni, tetapi menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk saling mengenal, menghargai, dan membangun persahabatan.


“Pada kegiatan Promosi Budaya Asia 2026 ini, kita akan menyaksikan kekayaan budaya Jeonbuk dan Sumatera Barat melalui berbagai pertunjukan dan kegiatan. Lebih dari sekadar pertunjukan, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling mengenal, menghargai, dan mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Sumatera Barat dengan Provinsi Jeonbuk,” ujar Mahyeldi.


Berbagai atraksi budaya ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Dari pihak Korea, masyarakat diperkenalkan dengan Taekwondo, Korean Speaking Contest, musik tradisional, kerajinan Hanji, kuliner Korea hingga Hanbok. Sementara dari Sumbar ditampilkan seni tari dan silat tradisional sebagai representasi kekayaan budaya Minangkabau.


Pertemuan budaya tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Sumbar dan Jeonbuk yang telah terjalin melalui kerja sama sister province. Pemerintah Sumbar melihat hubungan tersebut memiliki ruang pengembangan yang lebih luas, terutama jika diturunkan hingga tingkat pemerintahan kota.


Karena itu, Mahyeldi mendorong Pemerintah Kota Padang mulai menjajaki kemungkinan membangun kerja sama sister city dengan salah satu pemerintah kota di Jeonbuk.


Menurutnya, kerja sama antarkota dapat membuat hubungan kedua wilayah menjadi lebih konkret karena menyentuh langsung sektor-sektor yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.


“Saya percaya penguatan hubungan pada tingkat kota akan membuka ruang kolaborasi yang lebih konkret dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia,” katanya.


Gagasan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Padang untuk memperluas jaringan kerja sama internasional melalui pendekatan berbasis potensi daerah. Kota Padang dan sejumlah wilayah di Sumbar memiliki kekuatan pada sektor pariwisata, pendidikan, ekonomi kreatif, kuliner, serta kebudayaan yang dapat dikembangkan melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman dengan mitra di Jeonbuk.


Mahyeldi juga mengajak delegasi Jeonbuk melihat langsung potensi Sumbar. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Padang, para delegasi diundang mengikuti city tour dari Padang hingga Kota Bukittinggi untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, sejarah, budaya, dan kuliner Sumatera Barat.


“Setelah mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Padang, kami mengundang para tamu dari delegasi Jeonbuk untuk menikmati keindahan alam Sumatera Barat melalui city tour di Kota Padang dan sekitarnya hingga ke Kota Bukittinggi,” ujarnya.


Perkuat Kerja Sama Pendidikan


Momentum Promosi Budaya Asia 2026 juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar dan Jeonbuk International Cooperation Agency (JBICA).


Kesepakatan tersebut berkaitan dengan keberlanjutan pengoperasian Hangeul Hakdang di Sumatera Barat. Program ini diarahkan sebagai wadah pembelajaran Hangeul, bahasa Korea, serta pengenalan budaya Korea kepada masyarakat Sumbar.


Kerja sama pendidikan dan bahasa dinilai memiliki arti penting karena pertukaran budaya tidak hanya berlangsung melalui pertunjukan seni, tetapi juga melalui interaksi dan pembelajaran yang berkelanjutan.


Dalam kesepakatan itu, pihak Jeonbuk akan mendukung keberlanjutan pengoperasian Hangeul Hakdang di Sumbar, termasuk dukungan keuangan sesuai ketentuan anggaran serta penyediaan buku pelajaran bahasa Korea dan bahan ajar.


Bagi generasi muda Sumbar, keberadaan Hangeul Hakdang dapat menjadi ruang untuk mengenal bahasa dan budaya Korea secara lebih terstruktur. Di sisi lain, pembelajaran bahasa juga dapat menjadi jembatan untuk memperluas interaksi pendidikan dan kebudayaan antara masyarakat kedua wilayah.


Mahyeldi menilai keberlanjutan program tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran bahasa dan budaya Korea sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat Sumbar dan Jeonbuk.


Dengan demikian, Promosi Budaya Asia 2026 tidak berhenti pada pertunjukan seni. Agenda tersebut menjadi bagian dari diplomasi budaya yang diarahkan untuk membangun hubungan jangka panjang melalui pendidikan, pertukaran masyarakat, pariwisata, dan kerja sama antarpemerintah daerah.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Foreign and International Policy Affairs Provinsi Jeonbuk Kim Moon-kang, Presiden JBICA Ki So-kim, para tamu undangan serta masyarakat Kota Padang.


Bagi Sumbar, pertemuan dengan delegasi Jeonbuk menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas budaya Minangkabau sekaligus membuka ruang baru bagi kerja sama internasional yang diharapkan semakin konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua daerah.

(Sb/MP)

×
Berita Terbaru Update