-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

HUT ke-22 Dharmasraya, Karangan Bunga Diganti Bibit Tanaman

Selasa, 30 Desember 2025 | Desember 30, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-30T04:53:44Z
Bupati Dharmasraya 
Annisa Suci Ramadhani 

Pulau Punjung, MP----- Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menghadirkan terobosan baru dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Dharmasraya ke-22. Atas gagasan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, ucapan selamat HUT tahun ini tidak lagi menggunakan karangan bunga, melainkan bibit tanaman hidup.


Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/969/SE/DLH-2025 tertanggal 28 Desember 2025 tentang Himbauan Ucapan Selamat Hari Jadi Kabupaten Dharmasraya Tahun 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya perayaan yang lebih bermakna, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Budi Waluyo, mengatakan kebijakan ini mencerminkan arah kepemimpinan Bupati Annisa yang menekankan substansi serta dampak jangka panjang.


“Karangan bunga hanya bertahan beberapa hari dan akhirnya menjadi sisa material dekoratif. Bibit tanaman justru tumbuh, memberi manfaat ekologis, serta memperkuat gerakan penghijauan daerah,” ujar Budi Waluyo.


Dalam surat edaran tersebut, bibit yang dianjurkan meliputi tanaman buah seperti durian, alpukat, mangga, kelengkeng, dan manggis; tanaman hutan seperti tabebuya, ketapang kencana, dan mahoni; serta tanaman hias seperti bougenvil, palem, adenium, pucuk merah, dan anggrek.


Bibit yang diserahkan minimal setinggi satu meter, ditanam dalam pot atau planter bag. Seluruh bibit akan dihimpun oleh DLH untuk kemudian ditanam di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Dharmasraya.


Menariknya, kebijakan ini juga dinilai tetap menghidupkan sektor UMKM, khususnya pelaku usaha pembibitan, nursery tanaman, petani tanaman hias, kelompok tani, hingga produsen media tanam lokal.


“Ini bukan mematikan UMKM, tetapi menggeser orientasi ekonomi ke arah ekonomi hijau yang lebih berkelanjutan,” jelas Budi.


Melalui terobosan ini, Pemkab Dharmasraya berharap peringatan HUT daerah tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi meninggalkan warisan hijau yang berdampak ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.

(hms.dr)

×
Berita Terbaru Update