![]() |
| Puluhan kayu gelondongan menumpuk di pinggir Batang Kuranji, Padang. Temuan ini memperkuat dugaan adanya perusakan hutan di hulu sungai. |
Padang, MP----- Banjir bandang yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Kota Padang kembali memunculkan pertanyaan besar, seberapa parah kerusakan hutan di hulu hingga mampu menyeret gelondongan kayu raksasa ke permukiman warga?
![]() |
| Tanah di dekat tebing beton pilar jembatan Bypass amblas digerus air. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menimbulkan kerusakan fatal pada struktur jembatan. |
Pasca hujan ekstrem berhari - hari, luapan Sungai Batang Kuranji bukan hanya membawa lumpur pekat, tetapi juga puluhan hingga ratusan batang kayu berdiameter kecil hingga besar. Temuan itu terlihat jelas pada Senin (1/12/2025) di kawasan jembatan dekat Cafe Uje, Jalan Bypass Kota Padang, salah satu titik vital jalur nasional. Di bawah jembatan, gelondongan kayu menumpuk, sementara bagian tebing di sisi pilar beton tampak amblas akibat tergerus arus.
Temuan ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kerusakan hutan di kawasan hulu sudah berada pada tingkat kritis. “Kementerian PU harus segera mengambil langkah untuk mengamankan agar pilar jembatan tidak amblas. Kondisinya sudah mengkhawatirkan,” tegas Wardi, warga setempat yang menyaksikan langsung kondisi di lapangan.
Di sisi lain, fakta tumpukan kayu ini memperkuat suara - suara lama dari masyarakat adat, aktivis lingkungan, serta tokoh masyarakat yang selama bertahun - tahun memperingatkan adanya praktik ilegal logging, pembukaan lahan tanpa kontrol, aktivitas tambang liar, dan eksploitasi hutan yang semakin liar.
Dodi Sandra, Dubalang Kota Padang, menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar bencana alam, melainkan juga bencana ekologis akibat ulah manusia. “Ini teguran alam. Sudah lama kami bersuara soal perusakan hutan, tapi jarang didengar. Hari ini buktinya tampak di depan mata,” ujarnya.
Dodi menyebut pernyataan keras Anggota DPR RI Andre Rosiade saat meninjau Kampung Tanjung Kuranji wilayah paling parah diterjang banjir bandang merupakan reaksi yang wajar. Andre, yang melihat langsung gelondongan kayu berserakan hingga ke permukiman warga, menduga kuat adanya praktik perusakan hutan di wilayah hulu.
“Apalagi beliau wakil rakyat. Tidak mungkin tinggal diam setelah melihat bukti seterang ini. Ratusan kayu gelondongan di aliran sungai jelas bukan fenomena biasa,” tambah Dodi.
Andre Rosiade meminta Gubernur Sumatera Barat dan Kapolda Sumbar untuk mengusut tuntas dan menindak siapa pun pelaku perusakan hutan. Menurutnya, bencana besar seperti ini hanya akan terus berulang jika akar masalahnya tidak diselesaikan.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk memulihkan fungsi hutan dan mengamankan infrastruktur vital agar tidak terjadi kerusakan lebih besar. Pasalnya, jika jembatan penghubung jalur nasional itu ambruk, dampak sosial dan ekonomi bisa jauh lebih parah dari yang telah terjadi.
(Red-mp)
Puluhan kayu gelondongan menumpuk di bawah jembatan Batang Kuranji, Padang. Temuan ini memperkuat dugaan adanya perusakan hutan di hulu sungai.

