-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kejar Target di Tengah Cuaca Tak Bersahabat, Proyek Penataan Pasie Nan Tigo Terus Dikebut

Selasa, 16 Desember 2025 | Desember 16, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-16T06:29:46Z

Ali Asmi Zestra, PPK Satker PKP, memberikan keterangan kepada media terkait progres dan upaya percepatan pekerjaan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Pasie Nan Tigo di Kota Padang.

Padang, MP----- Deru mesin dan aktivitas para pekerja masih terdengar di kawasan permukiman Pasie Nan Tigo, Kelurahan Pasia Nan Tiga, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Meski cuaca kerap tidak bersahabat, proyek Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Pasie Nan Tigo terus dikebut demi menghadirkan lingkungan yang lebih layak dan manusiawi bagi warga.

Pengerjaan drainase di Pasie Nan Tigo terus dikebut rekanan

Hingga pertengahan Desember 2025, progres fisik proyek telah mencapai 55 persen, atau terpaut minus 2 persen dari target rencana kerja. Hal ini diungkapkan Ali Asmi Zestra, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PKP, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (16/12/2025).

Rumah bedah berwarna cat kuning telah berdiri diantara permukiman warga di Pasie Nan Tigo 

“Kami melihat ada kesungguhan dari rekanan (CV Riau Andalan Utama-red). Mereka menambah alat, memastikan material tersedia, menambah tenaga kerja, bahkan menerapkan sistem lembur dan sif pekerjaan untuk mengejar ketertinggalan,” ujar Asmi.


Ia tak menampik, tantangan di lapangan cukup berat. Curah hujan tinggi dan kondisi teknis menjadi hambatan yang berpengaruh langsung terhadap kecepatan pekerjaan. Namun demikian, komitmen untuk menuntaskan proyek tetap menjadi prioritas utama.


“Kalaupun nanti ada keterlambatan dan konsekuensi denda, rekanan tetap bertekad menyelesaikan pekerjaan. Yang terpenting, hasilnya berkualitas dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.


Lebih jauh, Asmi menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar soal angka progres, melainkan tentang perubahan nyata dalam kehidupan warga. Jalan lingkungan yang lebih baik, drainase yang berfungsi optimal, serta rumah yang lebih layak huni diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pasie Nan Tigo.


Ia juga mengapresiasi peran media yang aktif mengawal jalannya proyek. “Kontrol sosial dari media sangat kami hargai. Informasi dan kritik yang disampaikan menjadi pengingat bagi kami untuk menjaga mutu pekerjaan agar sesuai dengan harapan publik,” katanya.


Proyek ini memiliki masa pelaksanaan 72 hari, terbilang singkat untuk pekerjaan yang mencakup pembangunan jalan, drainase, dan program bedah rumah. Keterbatasan waktu tersebut tak lepas dari proses tender yang baru rampung pada Oktober 2025, dengan kontrak ditandatangani pada 21 Oktober 2025.


“Waktu ideal sebenarnya sekitar tiga bulan. Karena tender selesai di Oktober, maka sisa waktu yang ada kami maksimalkan sebaik mungkin,” pungkas Asmi.


Proyek penataan Pasie Nan Tigo kini berada di titik krusial. Sisa waktu yang terbatas menuntut kerja cepat sekaligus cermat, agar percepatan tidak mengorbankan mutu. Pengawasan melekat dari Satker PKP, kontrol publik, serta komitmen CV Riau Andalan Utama selaku Kontraktor Pelaksana akan menjadi penentu apakah proyek ini benar - benar berakhir sebagai solusi berkelanjutan bagi kawasan kumuh, atau sekadar pencapaian administratif di akhir tahun anggaran. 


Bagi warga Pasie Nan Tigo, keberhasilan proyek ini bukan diukur dari persentase progres, melainkan dari perubahan nyata, jalan yang bisa dilalui tanpa genangan, drainase yang berfungsi saat hujan, dan rumah yang lebih layak untuk ditinggali.

(*)

×
Berita Terbaru Update