Padang, MP----- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mengintensifkan penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah. Hingga pertengahan Desember 2025, sebanyak 35 unit alat berat dan 940 geobag telah dikerahkan ke berbagai lokasi terdampak.
![]() |
| Pemprov Sumbar menurunkan alat berat untuk memulihkan infrastruktur sumber daya air yang terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. |
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar, Rifda Suriani, menyebutkan terbaru tiga unit alat berat diturunkan ke Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, guna mempercepat normalisasi sungai pascabanjir bandang. Seluruh alat berat telah beroperasi sejak 25 November 2025, seiring penetapan status tanggap darurat bencana tingkat provinsi.
“Ini merupakan arahan langsung Bapak Gubernur agar penanganan di lapangan dimaksimalkan. Semua alat berat yang diturunkan sudah bekerja,” ujar Rifda, Sabtu (13/12/2025).
Sebaran alat berat meliputi 22 unit di Kota Padang, dua unit di Padang Pariaman, empat unit di Pesisir Selatan, dua unit di Kabupaten Solok, dan lima unit di Kabupaten Agam.
Bencana tersebut berdampak serius pada infrastruktur sumber daya air. Tercatat 24 bendung irigasi rusak, dengan kerusakan seawall sepanjang 6,9 kilometer dan jaringan irigasi 3,5 kilometer. Perbaikan dilakukan bertahap bersamaan dengan normalisasi sungai dan pengerukan sedimen.
Rifda menegaskan, pemulihan membutuhkan waktu dan dukungan besar. Karena itu, Pemprov Sumbar terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kementerian PUPR dan BUMN Karya. Dua alat berat yang kini bekerja di Batu Busuak merupakan dukungan Hutama Karya Infrastruktur, hasil koordinasi langsung Gubernur Sumbar.
(hms.sb/mp)

