-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

47 Paket JITUT di Agam - Bukittinggi Aman dari Bencana Hidrometeorologi

Selasa, 06 Januari 2026 | Januari 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-06T04:04:00Z
Syastra Lasmana (Ata) saat berbincang dengan wartawan terkait kondisi proyek JITUT di tengah cuaca ekstrem di Kantor UPTD BMSPP, Selasa (6/1).

Padang, MP----- Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada November 2025 lalu menyebabkan kerusakan signifikan terhadap akses kebutuhan dasar masyarakat. Namun di tengah cuaca ekstrem tersebut, sebanyak 47 paket pekerjaan Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) di wilayah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi dipastikan aman dan tidak terdampak kerusakan serius.

Proyek JITUT program pemerintah pusat sukses diselesaikan sebagai bagian dukungan ketahanan pangan nasional.

Hal itu disampaikan Syastra Lasmana, Koordinator Pekerjaan JITUT Wilayah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Kantor UPTD BMSPP (Balai Mekanisasi Sarana Prasarana Pertanian), Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor) Provinsi Sumatera Barat, saat berbincang bersama wartawan di Kantor UPTD BMSPP, Selasa (6/1).

Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT) di wilayah Salareh Aia, Kabupaten Agam, tergenang banjir namun tetap dalam kondisi aman.

Syastra yang akrab disapa Ata menjelaskan, sejumlah lokasi pekerjaan JITUT di Kabupaten Agam memang berada di kawasan yang terdampak banjir dan longsor. Namun, longsor tidak mencapai area fisik pekerjaan sehingga jaringan irigasi yang dibangun tetap dalam kondisi aman.

Kondisi jaringan irigasi JITUT tetap terjaga meski wilayah sekitar sempat dilanda banjir dan longsor.

“Walaupun lokasi sempat digenangi banjir, Alhamdulillah JITUT yang kita bangun aman dari longsor. Seperti di Salareh Aia, wilayah Agam Barat dan Agam Timur,” ujarnya.

Ia mengakui, cuaca ekstrem sempat menjadi kendala serius di lapangan, terutama pada daerah terdampak banjir dan longsor. Akses jalan yang terganggu menyebabkan distribusi material pembangunan mengalami hambatan.

“Cuaca ekstrem memang memperlambat progres, khususnya di lokasi bencana karena akses material sulit. Namun kondisi itu bisa diatasi, dan Alhamdulillah seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan hingga akhir tahun lalu,” ungkapnya.

Ata menegaskan, proyek JITUT merupakan program strategis pemerintah pusat yang dilaksanakan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menjamin ketersediaan air irigasi bagi petani.

Keberhasilan penyelesaian seluruh paket pekerjaan di tengah kondisi alam yang ekstrem ini menjadi bukti pentingnya perencanaan teknis yang matang serta pengawasan lapangan yang berkelanjutan.

(red-mp)

×
Berita Terbaru Update