![]() |
| Bupati Agam Benni Warlis memimpin rapat evaluasi penanganan bencana di Aula Kantor Bupati Agam. |
Lubuk Basung, MP----- Pemerintah Kabupaten Agam secara resmi menghentikan status tanggap darurat bencana alam dan menetapkan masa transisi menuju pemulihan selama enam bulan ke depan. Kebijakan ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kecamatan.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Agam, Benni Warlis, saat memimpin rapat evaluasi penanganan bencana di Aula Kantor Bupati Agam, Padang Baru, Senin (5/1/2025). Rapat ini menjadi penanda pergeseran fokus pemerintah daerah dari penanganan darurat menuju pemulihan jangka menengah.
Bupati Benni Warlis menegaskan, meskipun status tanggap darurat telah berakhir, perhatian terhadap korban dan wilayah terdampak tetap menjadi prioritas utama. Seluruh perangkat daerah diminta mempercepat langkah pemulihan, terutama pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan penanganan dampak lanjutan bencana.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Muhammad Lutfi AR, kepala OPD, camat wilayah terdampak, serta instansi terkait lainnya. Pembahasan difokuskan pada kondisi terkini wilayah terdampak, pendataan korban, serta rencana strategis pascabencana.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 165 orang, tersebar di enam kecamatan. Selain itu, masih terdapat 37 orang yang dinyatakan hilang, serta 23 korban meninggal yang belum berhasil diidentifikasi.
Dampak bencana juga menyebabkan ribuan warga terdampak dan mengungsi. Sebanyak 3.246 jiwa tercatat harus meninggalkan tempat tinggalnya dan saat ini menempati masjid, musala, serta rumah kerabat. Sementara itu, tiga korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Kerusakan infrastruktur dan permukiman diperkirakan menimbulkan kerugian lebih dari Rp6,5 triliun, dengan 1.729 unit rumah dilaporkan rusak berat atau hanyut. Sektor pertanian turut terdampak signifikan dengan estimasi kerugian mencapai Rp123 miliar.
Sebagai bagian dari langkah pemulihan, Pemerintah Kabupaten Agam merencanakan pembangunan hunian sementara di lima kecamatan terdampak. Selain itu, normalisasi sungai dan pembersihan material banjir bandang akan dilakukan dengan dukungan puluhan alat berat.
Terkait bantuan masyarakat, total donasi yang diterima mencapai lebih dari Rp2,7 miliar. Sebagian dana telah direalisasikan untuk kebutuhan pokok warga terdampak, sementara sisanya disepakati dikelola bersama BAZNAS untuk mendukung pemulihan berkelanjutan.
(kb/red)
