![]() |
| Kabid PSMA Dinas Pendidikan Sumbar Mahyan, SPd. MM |
Padang, MP----- Bencana Sumatera, banjir dan tanah longsor di akhir Nopember 2025 lalu, bukan sekadar memporak - porandakan sejumlah fasilitas umum jalan putus, dan jembatan ambruk di Sumatera Barat (Sumbar).
Selain dari rumah penduduk hancur dan hanyut diberondong banjir, bencana alam di Sumbar juga mengakibatkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) terendam banjir, dan puluhan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) mengalami kebanjiran. Sehingga SMAN yang terdampak mengalami krisis buku wajib bidang study pendukung proses belajar dan mengajar dari sejumlah kurikulum yang tercantum.
Sejumlah buku di sekolah terdampak telah hanyut di berondong banjir, kata Kabid PSMA Dinas Pendidikan Sumbar, Mahyan, Mahyan, S. Pd, MM ketika dikonfirmasi pada Senin, 12 Januari.
SMAN yang terdampak banjir hingga semua buku hanyut, yakni SMAN 2 Batanganai, SMAN 12 Padang, SMAN 9 Padang, SMAN Tanjung Mutiara, SMAN 3 Lengayang, SMAN 2 Bayang, serta beberapa sekolah lainnya yang terdampak banjir dan menimbulkan krisis buku bagi peserta didik, ungkapnya.
Disamping belum tercapai target nasional "satu siswa satu buku" untuk masing - masing program bidang studi, namun bencana Sumatera berdampak negatif kepada lenyapnya buku di sekolah ulah bencana alam menjelang akhir tahun yang lalu.
"Sekarang pihak sekolah yang terdampak banjir sedang memproses pengusulan untuk dapat memperoleh kembali buku studi", sebut Mahyan.
Sekaitan ini, sebelumnya sejumlah buku yang ada dari dana BOS di masing - masing sekolah jauh dari kata cukup untuk "satu siswa satu buku" bidang studi.
"Anggaran dana BOS per siswa sekira Rp 1, 5 juta, dan diperuntukkan buat beli buku yang hanya 10 persen, atau Rp 150 ribu.
Sedangkan harga per 1 examplar judul buku bisa ditebak saja. Justru demikian, ketercapaian buku dari dana BOS masih jauh dari kata cukup", imbuhnya.
Pemenuhan buku bidang studi yang disediakan sekolah melalui dana BOS kita perlu bertahap.
Baik untuk pengadaan buku dana BOS tahun 2026 kedepan.
"Kalau ingin siswa kita pintar, seharusnya per siswa punya buku 2 atau 3 buku setiap bidang studi", ulasnya.
Prosentase Ketercapaian Buku BOS Setiap Tahun ?
"Namun, secara ril prosentase buku yang telah ada belum kita menghitung per sekolah, sehingga prosentase kebutuhan buku disetiap sekoleh belum pula di hitung.
Tapi, yang jelas setiap tahun buku - buku bidang studi ada kerusakan, atau pun hilang, dan sebagainya", pungkasnya.
(Obral Chaniago).
