![]() |
| Deretan bangunan Kampung Nelayan Merah Putih telah berdiri dan memasuki tahap finishing. |
Padang Pariaman, MP----- Perubahan nyata kini dirasakan masyarakat pesisir Pantai Katapiang, Desa Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Kawasan yang sebelumnya gersang dan kurang tertata, perlahan menjelma menjadi lingkungan yang hijau dan representatif melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
![]() |
| Pekerja menyelesaikan detail akhir bangunan demi memastikan kualitas dan estetika kawasan. |
Pantauan media di lokasi menunjukkan hamparan rumput hijau dan tanaman hias mulai mendominasi kawasan pantai. Bangunan-bangunan utama telah berdiri kokoh dan saat ini memasuki tahap finishing, menandai babak akhir pembangunan proyek yang dikerjakan oleh PT Indopenta Bumi Permai tersebut.
![]() |
| Kawasan Pantai Katapiang yang dulu gersang kini berubah hijau seiring pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. |
Progres fisik pembangunan telah mencapai lebih dari 85 persen. Pekerjaan kini difokuskan pada detail akhir seperti plester, acian dinding, serta penyempurnaan estetika bangunan agar memberikan kenyamanan dan nilai guna maksimal bagi masyarakat nelayan.
Ramson, Project Manager PT Indopenta Bumi Permai, menyampaikan bahwa seluruh material utama telah tersedia di lokasi dan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
![]() |
| Akses jalan masuk menuju kawasan Kampung Nelayan Merah Putih telah dibetonisasi sepanjang hampir 300 meter, memudahkan mobilitas dan aktivitas masyarakat nelayan. |
“Tahap finishing memang membutuhkan ketelitian tinggi karena menyangkut kualitas dan keindahan bangunan. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Ramson.
Ia menegaskan, masa perpanjangan waktu pelaksanaan hingga Maret 2026 memberi ruang untuk memastikan setiap detail dikerjakan secara maksimal tanpa mengurangi standar mutu.
Pendampingan intensif juga dilakukan oleh CV Aris Karya Konsultan selaku konsultan pengawas. Afdal, konsultan pengawas di lapangan, mengatakan percepatan pekerjaan dilakukan dengan menambah jumlah tenaga kerja dan jam lembur.
“Seluruh instruksi pengawasan dilaksanakan dengan baik. Material lengkap dan siap di lokasi. Target kami, akhir Januari 2026 pekerjaan sudah rampung,” ungkap Afdal.
Saat ini, hanya tersisa dua bangunan yang masih dalam proses pemasangan atap. Rangka kuda-kuda baja ringan tengah dikerjakan dan diperkirakan selesai dalam beberapa hari ke depan.
Di sisi lain, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ini disambut penuh harapan oleh masyarakat. Rio Eka Putra, S.Pd, Ketua Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih Desa Katapiang, menyebut proyek ini sebagai tonggak penting bagi peningkatan kesejahteraan nelayan.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi pembangunan ini. Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang masa depan nelayan—tempat kami berusaha, berdaya, dan tumbuh bersama,” ujar Rio.
Menurutnya, keberadaan kampung nelayan ini nantinya akan memperkuat aktivitas ekonomi pesisir, meningkatkan kemandirian koperasi, serta membuka peluang usaha baru bagi keluarga nelayan.
“Harapan kami, setelah rampung, kawasan ini benar-benar menjadi pusat aktivitas nelayan yang tertata, bersih, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Katapiang,” tambahnya.
Lebih dari sekadar proyek fisik, Kampung Nelayan Merah Putih kini menjadi simbol perubahan dan harapan baru, mewujudkan kawasan pesisir yang lebih manusiawi, produktif, dan berkelanjutan.
(Rajo Alam/red)




