-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Huntap Aman Bencana Dibangun di Balai Gadang, 209 Kepala Keluarga Korban Banjir Segera Miliki Rumah Tetap

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-24T01:16:33Z
Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Balai Gadang yang akan dibangun 209 unit Huntap dan telah dinyatakan aman dari banjir, gempa, dan tsunami.

Padang, MP----- Harapan baru bagi korban banjir bandang akhir November 2025 mulai terlihat. Pemerintah Kota Padang memastikan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak akan segera dimulai di kawasan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, berbincang dengan Kepala DPUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, saat meninjau lokasi rencana pembangunan hunian tetap (Huntap) di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Hunian yang dibangun di atas lahan milik Pemko Padang tersebut dipastikan berada di zona aman dari ancaman banjir, gempa, maupun tsunami. Lokasinya berada di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka Balai Gadang dan telah melalui proses verifikasi Badan Geologi Nasional.

Asisten II Setdako Padang, Dido Aryadi, menegaskan pembangunan Huntap ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap warga yang hingga kini masih bertahan di hunian sementara dan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Lubuk Buaya.

“Kami ingin memastikan para korban banjir memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan permanen. Lokasi ini telah dinyatakan aman secara geologis,” ujar Dido saat meninjau lokasi, Jumat (23/1/2026).

Pembangunan Huntap akan mencakup 209 unit rumah di atas lahan seluas 2,9 hektare. Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan setiap unit akan dibangun dengan type 36 di atas lahan seluas 78 meter persegi.

“Konsepnya couple, dua rumah menyatu. Jarak antar bangunan satu meter agar tetap nyaman dan tertata,” jelasnya.

Proyek Huntap ini dijadwalkan mulai dikerjakan pada Senin, 26 Januari 2026, dengan dukungan penuh dari Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai pihak pelaksana pembangunan.

Pekerja Sosial Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar, menyampaikan bahwa rumah yang dibangun mengacu pada standar rumah sederhana layak huni.

“Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, instalasi listrik, dan air bersih. Kami berharap rumah ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi para penyintas banjir,” ungkapnya.

Dengan pembangunan Huntap ini, ratusan keluarga korban banjir diharapkan dapat segera meninggalkan hunian sementara dan memulai kehidupan baru di lingkungan yang lebih aman dan layak.

(*)

×
Berita Terbaru Update