-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menjelang HPN, Bayu Eko Wibowo Tekankan Pers yang Objektif dan Bermartabat

Selasa, 27 Januari 2026 | Januari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-27T01:23:51Z
Bayu Eko Wibowo, S.St.Pi, PPK KNMP sekaligus Tim Kerja Dukungan Manajerial Kantor PPS Bungus, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, dalam suasana berbincang santai dengan jurnalis di ruang kerjanya.

Padang, MP----- Jurnalis memiliki peran strategis sebagai penyambung lidah masyarakat dalam menyampaikan berbagai program dan kinerja pemerintah kepada publik. Tanpa peran pers, banyak kerja-kerja pemerintah yang tidak diketahui secara luas oleh masyarakat.

“Apa yang kami kerjakan belum tentu masyarakat bisa mengetahuinya. Nah, yang menyampaikan informasi itu adalah jurnalistik,” ujar Bayu Eko Wibowo, S.St.Pi, PPK KNMP Satker Sekretariat Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, saat berbincang santai bersama jurnalis di ruang kerjanya, Kantor PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera) Bungus, Kecamatan Bungtekab, Kota Padang, Sumatera Barat.

Bayu menegaskan, karya jurnalistik memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pemberitaan yang aktual, objektif, dan tidak menggiring opini publik untuk membenci atau mengidolakan individu maupun kelompok tertentu.

“Yang perlu digarisbawahi adalah objektivitas. Karena berita saat ini menjadi sumber pemikiran seseorang. Dari berita, orang bisa benci atau suka terhadap pihak lain,” ujar anggota Tim Kerja Dukungan Manajerial Kantor PPS Bungus itu, Senin (26/1).

Ia juga menyoroti perkembangan media massa yang kini merambah ke platform digital dan media sosial. Meski demikian, Bayu menilai masyarakat mulai tumbuh kesadarannya untuk membaca karya jurnalistik secara utuh melalui produk media resmi, bukan sekadar potongan informasi di media sosial.

“Harapan kami ke depan, karya jurnalistik semakin berbobot, bermutu, mengedepankan informasi aktual dan terpercaya. Dengan begitu, masyarakat bisa menilai sesuai realita yang ada,” katanya.

Menurut Bayu, kualitas jurnalistik tidak lepas dari kapasitas sumber daya manusianya, baik melalui pendidikan khusus maupun pengalaman di lapangan. Pengalaman menghadapi berbagai peristiwa dan kasus menjadi bekal penting bagi jurnalis dalam menyajikan berita yang matang dan berimbang.

Selain itu, Bayu juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi insan pers. Ia mengingatkan bahwa Mahkamah Agung RI telah menegaskan jurnalis tidak dapat dikriminalisasi atas karya jurnalistik yang dijalankan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Jurnalistik harus menjawab tantangan itu dengan berita-berita yang berkualitas dan berimbang. Itulah yang perlu disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang akan digelar pada 6–9 Februari mendatang di Provinsi Banten, Bayu berharap pers nasional tetap berada dalam kondisi sehat dan profesional.

“Di era internet, informasi menyebar sangat cepat. Masyarakat butuh berita yang akurat agar dapat mengambil keputusan yang tepat. Pers yang sehat akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, dan pada akhirnya membawa Indonesia menjadi bangsa yang bermartabat,” tutupnya.

(Rajo.A/mp)

×
Berita Terbaru Update