![]() |
| Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Menteri PUPR Dody Hanggodo, Anggota DPR RI Andre Rosiade, dan Gubernur Sumbar Mahyeldi saat melakukan peninjauan SPAM Gunung Pangilun. |
Padang, MP----- Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus bergerak cepat merespons krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah pascabencana dan musim kemarau. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengajukan pembangunan 200 sumur bor serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
![]() |
| Wali Kota Padang Fadly Amran memberikan penjelasan kepada awak media terkait langkah penanganan krisis air bersih. |
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat mendampingi Menteri PUPR Dody Hanggodo, Anggota DPR RI Andre Rosiade, dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meninjau kondisi intake PDAM Gunung Pangilun, Jumat (30/1/2026).
Fadly Amran menjelaskan, pembangunan sumur bor komunal diperlukan untuk mengurangi beban tekanan pada jaringan pipa PDAM yang saat ini masih bersifat sementara pascabencana.
“Kami meminta kepada Bapak Menteri agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan dapat dipasangkan sumur bor. Tujuannya supaya tekanan air PDAM ke rumah tangga tidak terlalu terbebani, terutama karena harus berbagi suplai dengan wilayah non-pelanggan,” ujar Fadly.
Ia menyebutkan, Pemko Padang telah mengusulkan sedikitnya 200 titik sumur bor. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 titik akan dibangun di atas aset milik Pemko, sementara sisanya akan ditempatkan di fasilitas publik.
“Sisanya kita arahkan ke masjid dan musala agar masyarakat bisa mengakses air bersih secara komunal dan lebih mudah,” tambahnya.
Menyadari Kota Padang sebagai daerah rawan bencana, Fadly Amran menegaskan bahwa infrastruktur air bersih membutuhkan peremajaan menyeluruh. Ia mengungkapkan, pembangunan dua SPAM baru telah disetujui untuk tahun anggaran 2026.
Rencananya, dua SPAM tersebut masing-masing memiliki kapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik, dengan salah satu fokus utama menggantikan SPAM Gunung Pangilun yang kondisinya dinilai sudah tidak layak.
“Ibu Kepala Balai menyampaikan bahwa SPAM Gunung Pangilun sudah mengalami retakan dan sangat berisiko jika terjadi gempa. Karena itu harus diganti dengan SPAM baru berkapasitas 500 liter,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemko Padang juga memberikan perhatian pada dampak langsung yang dirasakan warga. Wali Kota menginstruksikan PDAM untuk memberikan keringanan biaya bagi pelanggan yang terdampak gangguan layanan.
“Pekerjaan perbaikan intake dan jaringan pascabencana sudah 98 persen tertangani. Meski begitu, pelanggan yang terdampak tetap harus diberi insentif atau keringanan pembiayaan,” katanya.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengonfirmasi bahwa 1.382 pelanggan atau sekitar 1,1 persen dari total pelanggan akan digratiskan tagihan air pada Februari 2026.
“Ada 1.382 pelanggan yang kami nol-kan rekening Februari-nya, termasuk retribusi sampah. Namun pelayanan tetap kami berikan melalui mobil tangki dengan pengisian tedmon satu hingga dua kali sehari,” ungkap Hendra.
(Hs.pd)

