-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Rp13,52 Triliun untuk Rehabilitasi Pasca Bencana, Pemerintah Fokus Bangkitkan Sumbar

Rabu, 07 Januari 2026 | Januari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-07T11:22:31Z

Padang, MP----- Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Sumatera Barat dengan mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp13,52 triliun. Dana tersebut difokuskan pada pemulihan sektor-sektor vital guna menggerakkan kembali roda ekonomi serta aktivitas sosial masyarakat.

Berdasarkan infografis resmi, anggaran infrastruktur tersebut diarahkan pada empat fokus utama. Pertama, akses konektivitas, meliputi perbaikan jalan nasional, provinsi, serta kabupaten/kota, termasuk pembangunan kembali jembatan yang rusak akibat bencana. Kedua, tata air dan irigasi, melalui normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi banjir serta perbaikan jaringan irigasi pertanian.

Fokus ketiga adalah sanitasi dan air bersih, mencakup perbaikan jaringan SPAM/PDAM, pembenahan sanitasi lingkungan, serta penataan kembali kawasan permukiman terdampak. Sementara fokus keempat diarahkan pada fasilitas publik, seperti renovasi gedung sekolah dan madrasah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, serta fasilitas layanan kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit.

Anggota DPR RI Andre Rosiade dari Fraksi Partai Gerindra menegaskan bahwa alokasi anggaran tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata Presiden Prabowo Subianto kepada daerah yang terdampak bencana, khususnya Sumatera Barat.

“Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Sumatera Barat berjalan cepat, terukur, dan berkelanjutan. Anggaran Rp13,52 triliun ini adalah bukti keseriusan negara hadir untuk rakyat,” ujar Andre Rosiade.

Ia juga menekankan bahwa angka tersebut khusus dialokasikan untuk sektor infrastruktur. Di luar itu, pemerintah menyiapkan anggaran tambahan untuk pembangunan dan renovasi rumah warga yang rusak, serta pemulihan lahan pertanian berupa sawah dan ladang yang terdampak bencana.

Andre mengajak seluruh pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, maupun masyarakat, untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran.

“Mari kita kawal bersama agar anggaran ini digunakan secara transparan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tujuan akhirnya adalah Sumatera Barat bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih siap menghadapi bencana ke depan,” pungkasnya.

(tim-AR/red)

×
Berita Terbaru Update