-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Sepanjang 405,66 km di 8 Ruas Jalan Provinsi Sumbar Mengalami Kerusakan, Pemerintah Berupaya Mempercepat Perbaikan dengan Anggaran APBD dan Usulan ke Pusat

Kamis, 22 Januari 2026 | Januari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-22T11:21:14Z
Kadis BMCKTR Sumbar
Armizoprades, ST, MT

Padang, MP----- Hingga akhir tahun 2025, perbaikan jalan provinsi di Sumatera Barat (Sumbar) masih dikejar, dengan beberapa titik masih dalam kondisi rusak berat atau belum diaspal optimal akibat bencana hidrometeorologi, terutama di Pasaman Barat, Tanah Datar, dan Pesisir Selatan, kata Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumbar, Armizoprades, ST, MT ketika dikonfirmasi di kantornya pada Kamis, 22 Januari. 


Menurutnya, jalan Provinsi Sumbar dalam kondisi rusak dan penanganannya saat akhir tahun 2025.


Pasaman Barat, diketahui memiliki proporsi jalan provinsi dengan kondisi rusak berat yang cukup tinggi. 


Kemudian, ruas Lubuk Sikaping (Simpang Daliak) - Talu (Simpang Gantiang) sepanjang 0,96 km masuk dalam daftar ruas jalan yang diusulkan perbaikan/penanganan akibat kerusakan. 


Ruas Padang Koto Gadang-Palembayan sepanjang 0,88 km masuk dalam daftar ruas jalan provinsi yang rusak akibat bencana.


Ruas Surantih-Kayu Aro-Langgai sepanjang 0,86 km masuk dalam daftar jalan provinsi yang rusak. 


Ruas jalan Alahan Panjang-Kiliran Jao, pembangunan kembali diupayakan karena sempat terhenti akibat kendala lahan di kawasan hutan. 


Ruas Simpang Gantiang Payo-batas Tanah Datar-Sumani sepanjang 0,96 km tercatat dalam daftar jalan provinsi yang rusak. 


Ruas Pangkalan Koto Baru-Sialang-Galugur sepanjang 0,76 km masuk dalam daftar jalan provinsi yang rusak. 


Kawasan Kabupaten Tanah Datar, bupati Tanah Datar melaporkan masih ada titik, titik jalan provinsi yang perlu diperbaiki/belum diaspal diawal tahun 2025.


Kawasan Lembah Anai dan Malalak, mengalami rusak parah akibat bencana dan masih dalam tahap penanganan permanen/penimbunan hingga Desember 2025.


Pada akhir Nopember 2025, diberitakan sebagian besar jalan Provinsi Sumbar mengalami gangguan lalulintas akibat longsor, dengan sekitar 405,66 km tercatat rusak berat. 


"Pemerintah provinsi berupaya mempercepat perbaikan melalui APBD dan usulan ke pusat, terutama untuk ruas-ruas yang mengalami kerusakan", pungkas Armizoprades.

(Obral Chaniago).

×
Berita Terbaru Update