-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

SMAN 2 Lubuk Alung Raih Akreditasi A Tahun 2025

Sabtu, 10 Januari 2026 | Januari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-10T03:28:17Z
Kepala SMAN 2 Lubuk Alung, Irwan Arnes, berbincang dengan jurnalis media editor Afridon di depan bangunan sekolah yang telah selesai direvitalisasi pada Oktober 2025.

Padang Pariaman, MP----- Setelah melalui perjalanan panjang dan proses penilaian yang ketat, SMA Negeri 2 Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, akhirnya berhasil meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia pada tahun 2025.

Suasana perbincangan akrab Kepala SMAN 2 Lubuk Alung Irwan Arnes bersama wartawan.

Keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh warga sekolah di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 2 Lubuk Alung, Irwan Arnes, S.Pd., M.Pd. Hal itu disampaikan Irwan Arnes dalam perbincangan hangat dan penuh suasana akrab bersama wartawan di ruang kerjanya, Jumat (9/1/2026).

Irwan Arnes mengungkapkan, proses menuju akreditasi A bukanlah hal yang mudah. Sekolah harus mempersiapkan seluruh persyaratan sesuai dengan standar dan ketentuan yang ditetapkan BAN-PDM Kemendikdasmen RI.

“Secara garis besar ada empat aspek utama yang menjadi penilaian, yakni kualitas pembelajaran, proses belajar mengajar di kelas, iklim sekolah, serta peran kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer,” jelasnya.

Menurut Irwan, SMAN 2 Lubuk Alung sebelumnya berstatus akreditasi B dengan nilai 81. Melalui pembenahan menyeluruh dan konsistensi pelaksanaan standar pendidikan, sekolah akhirnya berhasil meningkatkan predikatnya menjadi akreditasi A.

“Alhamdulillah, dari sebelumnya akreditasi B, sekarang meningkat menjadi A. Untuk nilai kuantitatifnya memang belum diumumkan, yang baru disampaikan oleh BAN-PDM adalah nilai kualitasnya saja,” ujarnya.

Meski sertifikat resmi akreditasi A masih dalam proses penerbitan, dampaknya sudah dirasakan oleh sekolah, khususnya terkait peluang siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Dengan akreditasi B, kuota siswa yang bisa masuk perguruan tinggi hanya 25 persen. Sekarang, dengan akreditasi A, peluang itu meningkat menjadi 40 persen,” tambahnya.

Irwan juga mengingatkan bahwa predikat akreditasi A harus terus dijaga. Jika standar yang ditetapkan BAN-PDM tidak dilaksanakan secara konsisten, maka status akreditasi dapat diturunkan.

“Semua bukti fisik dan praktik baik yang telah dilaksanakan saat visitasi harus terus dijalankan. Ini menjadi tantangan bagi kami ke depan, bagaimana mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas yang sudah dicapai,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penilaian akreditasi dilakukan setiap lima tahun, dengan proses evaluasi setiap empat tahun. Banyak sekolah memilih jalur otomasi atau perpanjangan otomatis tanpa verifikasi, yang membuat nilai lama tetap berlaku.

“Jika kami memilih otomasi, maka nilai kami tetap di 81 atau akreditasi B. Karena itu kami memilih diverifikasi ulang agar ada peningkatan,” jelasnya.

Untuk itu, Irwan mengimbau seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK), komite sekolah, orang tua siswa, serta seluruh keluarga besar SMAN 2 Lubuk Alung agar bersama - sama menjaga dan memperkuat capaian yang telah diraih.

“Minimal kita pertahankan, dan harapan kita tentu ke depan bisa lebih meningkat lagi,” pungkasnya.

(Rj/red-mp)

×
Berita Terbaru Update