Padang, MP----- Meski progres pekerjaan belum mencapai 100 persen hingga Desember 2025, masyarakat Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, tetap memberikan apresiasi kepada CV Riau Andalan Utama selaku kontraktor pelaksana kegiatan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Pasie Nan Tigo.
Apresiasi tersebut disampaikan warga karena manfaat pembangunan sudah nyata dirasakan, mulai dari jalan beton, drainase lingkungan, hingga program bedah rumah yang membuat kawasan permukiman terlihat lebih tertata, rapi, dan nyaman.
Ketua RT 03 RW 14 Kelurahan Pasia Nan Tigo, Yosrizal, mengatakan masyarakat sangat bersyukur atas infrastruktur yang dihadirkan melalui program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia.
“Walaupun pekerjaan belum sepenuhnya rampung, kami sangat senang. Jalan yang dulunya berpasir kini sudah dicor beton, drainase dibangun, dan beberapa rumah warga juga diperbaiki melalui program bedah rumah,” ujar Yosrizal saat ditemui wartawan di kediamannya.
Hal senada disampaikan Arif, warga Pasia Nan Tigo. Menurutnya, proyek dari Kementerian PKP RI telah membawa perubahan signifikan terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Satker PKP Kementerian PKP RI. Lingkungan kami kini lebih rapi dan bersih. Kami berharap pembangunan seperti ini bisa berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.
Arif juga menyampaikan apresiasi kepada pihak kontraktor, CV Riau Andalan Utama, yang dinilai telah bekerja maksimal di tengah berbagai kendala lapangan.
“Lingkungan kami jadi lebih baik. Kontraktor sudah bekerja maksimal di tengah beragam kendala di lapangan, terutama kondisi cuaca yang berdampak pada keterlambatan progres. Namun demikian, kontraktor tetap menunjukkan tanggung jawab untuk menyelesaikan sisa pekerjaan,” ungkap Arif.
Sementara itu, Ucok, selaku Pelaksana Lapangan CV Riau Andalan Utama, menegaskan pihaknya telah melakukan berbagai langkah percepatan agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai standar mutu.
“Kami menambah alat, tenaga kerja, serta memperpanjang jam kerja hingga malam hari. Saya optimistis langkah ini dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan. Kalaupun terjadi keterlambatan, bobotnya tidak besar dan kami tetap menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang diberikan,” jelasnya.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Ali Asmi Zestra, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PKP. Ia mengakui bahwa pekerjaan belum dapat rampung 100 persen pada Desember 2025, namun menilai rekanan telah berupaya maksimal.
“Benar, pekerjaan tidak bisa selesai seratus persen di bulan Desember. Namun kami mengapresiasi rekanan yang tetap bertanggung jawab merampungkan pekerjaannya, meskipun harus dikenakan denda sesuai ketentuan,” ujar Asmi.
Dengan berbagai hasil pembangunan yang telah dirasakan langsung masyarakat, program peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kawasan Pasia Nan Tigo menjadi bukti kehadiran negara dalam memperbaiki kualitas hidup warga.
Meski masih menyisakan pekerjaan yang harus dirampungkan, komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian PKP RI bersama Satker PKP dan kontraktor pelaksana menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada target, tetapi juga pada manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, penataan kawasan ini diharapkan menjadi fondasi bagi lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan di Kota Padang.
(Red/mp)


