![]() |
| Asisten III Setdako Padang Panjang Ade Nafrita Anas saat membuka Musrenbang Kelurahan Tanah Hitam di Kecamatan Padang Panjang Barat. |
Padang Panjang, MP----- Kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi perhatian utama masyarakat Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB). Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Tanah Hitam yang digelar Selasa (3/2/2026).
Dalam forum tersebut, warga bersama unsur kelurahan menyepakati 12 usulan pembangunan, yang sebagian besar menyentuh langsung kebutuhan sehari-hari masyarakat. Usulan didominasi pembangunan fisik seperti jalan setapak, drainase lingkungan, pengelolaan sanitasi, hingga peningkatan sarana dan prasarana kelurahan.
Lurah Tanah Hitam, Wetriko, menegaskan bahwa seluruh usulan yang disampaikan merupakan hasil penjaringan aspirasi masyarakat dan telah disepakati bersama.
“Sebanyak 11 usulan merupakan pembangunan fisik dan satu usulan ekonomi. Semuanya masuk kategori B dan merupakan kebutuhan mendesak warga. Kami berharap dapat diperjuangkan hingga ke musrenbang kecamatan dan kota,” ujarnya.
Musrenbang Kelurahan Tanah Hitam dibuka Asisten III Administrasi Umum Setdako Padang Panjang, Ade Nafrita Anas, serta dihadiri Camat PPB Romi Ar Rahman, perwakilan OPD terkait, unsur RT, LPM, FKPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat.
Ade Nafrita Anas menyampaikan, musrenbang kelurahan menjadi fondasi awal dalam penyusunan rencana pembangunan daerah. Setiap usulan yang lahir dari kesepakatan warga akan dikaji secara komprehensif sebelum dibawa ke tingkat kecamatan.
“Usulan yang muncul di forum ini akan menjadi bahan utama pembahasan pada musrenbang kecamatan. Tentu akan disesuaikan dengan kebijakan dan kemampuan anggaran daerah,” katanya.
Ia juga mengingatkan, keterbatasan fiskal daerah dalam dua tahun terakhir menuntut adanya skala prioritas yang tepat. Meski pembangunan infrastruktur tetap penting, pemerintah daerah saat ini juga memfokuskan perhatian pada pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Camat PPB Romi Ar Rahman menilai Musrenbang sebagai ruang partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan arah pembangunan wilayahnya.
“Usulan yang disampaikan Kelurahan Tanah Hitam adalah kebutuhan riil masyarakat. Harapannya bisa mendapat perhatian dan menjadi prioritas di tingkat selanjutnya,” ujarnya.
(HM.pj)
