-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

TPID Padang Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Idul Fitri

Rabu, 11 Februari 2026 | Februari 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-11T02:45:27Z
Asisten II Setdako Padang Didi Aryadi memimpin rapat TPID Kota Padang membahas pengendalian inflasi dan kesiapan stok pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri.

Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang memastikan kondisi ketersediaan dan pasokan pangan tetap terkendali menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kepastian itu mengemuka dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Padang yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (10/2/2026).

Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pokok. Berdasarkan pemantauan TPID, seluruh komoditas strategis masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan warga.

“Ketersediaan bahan pangan utama menjelang puasa dan Idul Fitri dalam kondisi aman. Pasokan mencukupi, tidak ada indikasi kelangkaan, jadi masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan,” tegas Didi di hadapan jajaran TPID.

Ia menyebutkan, hingga awal Februari 2026 belum ditemukan kenaikan harga signifikan pada komoditas pangan utama seperti beras, bawang, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, memaparkan bahwa berdasarkan neraca pangan strategis per 9 Februari 2026, sepuluh komoditas utama berada dalam status aman. Komoditas tersebut meliputi beras, cabai rawit, cabai besar, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, serta minyak goreng.

“Untuk beras, stok tersedia sekitar 34.183 ton, sementara kebutuhan masyarakat hanya sekitar 7.649 ton. Dengan kondisi ini, ketahanan stok beras diperkirakan aman hingga 99 hari ke depan,” jelas Alfiadi.

Meski demikian, ia mengakui adanya kenaikan harga cabai besar pada awal Februari. Harga sempat menyentuh Rp46 ribu per kilogram, naik cukup tajam dibandingkan akhir Januari yang masih berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

“Kenaikan ini dipicu berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi serta meningkatnya permintaan menjelang Ramadan, yang secara psikologis mendorong masyarakat mulai menyiapkan stok bahan pangan,” terangnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan hingga pasca-Idul Fitri, Pemko Padang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dengan target pengadaan sebesar 30 ton pada tahun 2026, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai instrumen intervensi pasar.

Selain itu, pemantauan harga harian dan intervensi cepat akan dilakukan jika ditemukan lonjakan harga yang tidak wajar. Pengawasan distribusi pangan di pasar dan distributor juga dilakukan secara rutin minimal sekali dalam sepekan.

“Kami juga memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil untuk memastikan distribusi pangan ke Kota Padang tetap lancar,” pungkas Alfiadi.

Rapat High Level Meeting TPID Kota Padang tersebut turut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, Bulog, BPS Kota Padang, MUI, Perumda Air Minum Kota Padang, OPD terkait di lingkungan Pemko Padang, serta unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

(Hm.pd)

×
Berita Terbaru Update