![]() |
| Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menyampaikan pernyataan keras, disela peninjauan jalan lintas Sumatera di Sijunjung dan Dharmasraya |
Dharmasraya, MP----- Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, SE, MM, turun langsung meninjau pekerjaan preservasi jalan nasional ruas Tanah Badantuang–Kiliran Jao hingga Sungai Dareh, yang melintasi Kabupaten Sijunjung dan Dharmasraya, Sumatera Barat. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan serius dan tepat waktu, terutama menjelang arus mudik Lebaran.
![]() |
| Potret udara jalan lintas Sumatera Sijunjung -Dharmasraya, Sumatera Barat |
Zigo menegaskan, ruas jalan lintas Sumatera Tengah merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Barat. Jalur ini menjadi akses utama distribusi barang dari Jakarta, Lampung, Palembang, dan Jambi menuju Kota Padang.
“Kalau jalan ini terputus satu hari saja, harga barang di Padang bisa melonjak tajam. Inflasi Sumatera Barat sangat bergantung pada kondisi jalan lintas Tengah ini,” tegas Zigo di hadapan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar dan para penyedia jasa.
Ia mengungkapkan, pada tahun anggaran 2025, Kabupaten Dharmasraya dan Sijunjung mendapatkan alokasi sekitar Rp400 miliar, salah satu yang terbesar di Sumatera, dengan sumber pembiayaan dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara).
“Ini bukan dana kecil. Ini uang negara, uang rakyat. Jangan diperlakukan main-main,” ujar Zigo dengan nada keras.
Zigo secara terbuka memperingatkan kontraktor pelaksana agar bekerja sungguh-sungguh dan tidak mencari-cari alasan.
“Saya minta tegas kepada penyedia jasa, kalau tidak serius, jangan zolimi masyarakat Sumatera Barat. Negara sudah sediakan Rp400 miliar, kontrak sudah ditandatangani. Jangan nanti masyarakat yang disalahkan, camat dan wali nagari ikut jadi korban,” katanya.
Menurut Zigo, Kepala Balai PJN Sumbar bahkan telah dua kali mengeluarkan surat teguran kepada kontraktor karena lambannya progres pekerjaan. Oleh sebab itu, ia meminta kejujuran penyedia jasa jika memang ada kendala di lapangan.
“Kalau ada masalah, sampaikan jujur. Jangan lempar kesalahan ke warga. Ini proyek strategis, apalagi kita sudah masuk persiapan mudik H-7 Lebaran,” tegasnya.
Zigo juga menyinggung tanggung jawab moralnya sebagai wakil rakyat Sumatera Barat di Komisi V DPR RI.
“Saya tidak mau nanti perantau pulang kampung dan bilang, ‘ada anggota Komisi V dari Sumbar tapi jalannya rusak.’ Itu sama saja bilang saya tidak bekerja,” ucapnya.
Ia menutup peninjauan dengan penekanan bahwa keberhasilan proyek ini bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi menyangkut stabilitas ekonomi dan keadilan bagi masyarakat Sumatera Barat.
“Jalan ini adalah urat nadi ekonomi Sumbar. Jangan rusak kepercayaan rakyat,” pungkas Zigo.

