-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Operasi Patuh 2026 Digelar 8 - 21 Juni, Kasatlantas Polresta Padang Ajak Masyarakat Jadikan Tertib Berlalu Lintas Sebagai Gaya Hidup

Rabu, 03 Juni 2026 | Juni 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-03T14:49:31Z
Kasatlantas Polresta Padang AKP Riwal Maulidinata saat memberikan penjelasan kepada wartawan mengenai tujuan dan sasaran Operasi Patuh 2026.


Padang, MP----- Satuan Lalu Lintas Polresta Padang akan menggelar Operasi Patuh 2026 selama 14 hari, mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi lebih menitikberatkan pada peningkatan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas guna mewujudkan keselamatan di jalan raya. Hal tersebut disampaikan oleh AKP Riwal Maulidinata, S.T.K., S.I.K., saat diwawancarai sejumlah awak media di kantornya, Rabu (3/6/2026).


Menurutnya, Operasi Patuh merupakan salah satu langkah strategis kepolisian dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Keselamatan di jalan, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh pengguna jalan.


"Operasi Patuh dimulai tanggal 8 sampai 21 Juni 2026, kurang lebih selama 14 hari. Tentunya diharapkan pada operasi patuh ini tingkat kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas harus lebih tinggi. Karena Operasi Patuh mengajak masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas, bukan hanya karena ada operasi, tetapi tertib berlalu lintas harus dijadikan sebagai gaya hidup para pengendara," ujar AKP Riwal Maulidinata.


Ia menegaskan, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas harus diterapkan setiap saat tanpa memandang waktu dan kondisi. Mulai dari penggunaan helm berstandar nasional, sabuk pengaman, kelengkapan surat kendaraan, hingga kepatuhan terhadap rambu-rambu dan marka jalan harus menjadi kebiasaan yang melekat dalam aktivitas berkendara sehari-hari.


Kasatlantas menjelaskan, fenomena yang kerap ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian pengendara masih bersikap situasional dalam mematuhi aturan. Pada jam-jam tertentu, khususnya pagi hari, tingkat kepatuhan cenderung lebih baik. Namun memasuki siang hingga sore hari, masih ditemukan berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.


"Untuk kepatuhan pengendara memang kadang kita lihat pagi ini rata-rata tertib, tetapi menjelang sore kurang tertib. Padahal aturan lalu lintas tidak mengenal waktu. Kapan pun berada di jalan, masyarakat harus tetap disiplin dan mematuhi aturan yang berlaku," tegasnya.


Lebih lanjut, AKP Riwal Maulidinata menuturkan bahwa tujuan utama Operasi Patuh 2026 adalah menekan angka pelanggaran lalu lintas, mengurangi potensi kecelakaan, serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dalam berkendara. Operasi ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kota Padang.


Dalam pelaksanaannya, petugas akan mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan persuasif, disertai penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Melalui operasi tersebut, kepolisian berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan kebutuhan bersama untuk melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Operasi Patuh 2026 juga menjadi momentum penting untuk membangun budaya berlalu lintas yang lebih modern, beretika, dan berorientasi pada keselamatan. Dengan meningkatnya disiplin masyarakat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan sehingga tercipta ruang jalan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.


Kasatlantas Polresta Padang pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh 2026 dengan melengkapi persyaratan berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama setiap kali berada di jalan raya.


"Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan disiplin berlalu lintas sebagai budaya dan gaya hidup, bukan karena ada petugas atau operasi, tetapi karena kesadaran bahwa setiap aturan dibuat untuk melindungi keselamatan kita semua," pungkasnya.

(Rajo.A/red)

×
Berita Terbaru Update